Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Budidaya Jamur Tiram. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Jamur Tiram. Show all posts

Cara Menumbuhkan Jamur Dari Belakang Baglog

Untuk menumbuhkan bibit jamur di bagian belakang baglog, gunting mulut plastik baglog membentuk lubang. Bisa sebesar baglog atau hanya dibuat lubang dengan diameter 3 sampai 5 centimeter. Dengan perlakuan tersebut, calon tubuh buah bisa leluasa tumbuh tanpa terhalang plastik. Selain itu, basidispora yang jatuh dari jamur ke permukaan baglog akan berkecambah membentuk miselium monokariotik alias miselium berinti satu. Miselium itu terus tumbuh hingga membentuk jaringan hifa mirip benang. Hifa itu akan menyatu dengan hifa lain yang kompatible membentuk hifa dikariotik. Pada kondisi lingkungan yang cocok, akan terbentuk tubuh buah.

Selamat mencoba...

Beternak Cacing Sutera Cara Modern -> From E to E (Efektif Dan Effisien)

Para pembenih atau breeder ikan tentu akan sedih bilamana pakan untuk ikan kesayangannya susah dicari. Pakan ikan memang salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya perikanan, baik itu ikan hias atau ikan produksi. Memang, sebagian pakan ikan sudah bisa digantikan dengan pakan buatan yang lebih praktis dan mudah mendapatkannya. Namun pakan alami khususnya cacing sutera (tubifex) tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang nutrisi ikan agar berkembang secara optimal. Cacing sutera sebagai pakan alami sangat dibutuhkan oleh pembudidaya ikan khususnya dalam usaha pembenihan ikan. Cacing tubifex ini sangat sesuai untuk memacu pertumbuhan benih ikan. Cacing darah atau cacing sutera ini sangat sesuai baik dari ukuran yang pas buat mulut benih ikan termasuk juga kandungan protein yang tinggi sehingga lebih cepat memacu pertumbuhan benih ikan.

 
Cacing sutera atau cacing darah ini kebanyakan diperoleh dari sumber alam yaitu dengan memanen dari sungai atau parit. Hal ini tentu saja tidak dapat mengimbangi perkembangan kebutuhan para breeder ikan akan pakan alami tersebut. Dewasa ini permintaan ikan baik hias maupun produksi semakin melejit. Para pembudidaya ikan semakin maju dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih modern baik secara intensif maupun ekstensif. Mereka semakin efisien dan efektif dalam manajemen budidaya ikan. Waktu panen produksi ikan diharapkan semakin cepat karena akan meningkatkan turnover produksi yang nota bene juga akan meningkatkan kocek para pembudidaya ikan. Kecepatan panen tentu saja harus diimbangi dengan penyedian pakan yang bergizi tinggi sehingga masa panen akan semakin pendek. Oleh sebab itu penyediaan pakan alami seperti cacing sutera harus berimbang dengan kebutuhan para petani ikan tersebut.
Saat ini kebutuhan akan cacing sutera memang tidak terbatas karena banyaknya usaha budidaya perikanan. Sedangkan para penyedia cacing sutera belum bisa memenuhi sepenuhnya permintaan yang ada. Cacing sutera hasil tangkapan dari alam tidak sepanjang waktu tersedia. Cacing ini biasanya mudah dijumpai pada saat musim kemarau dimana air sungai surut. Namun pada saat musim penghujan dimana air sungai meluap, habitat cacing akan tersapu air sungai sehingga sulit diperoleh sehingga pasokannya menurun drastis. Sehingga budidaya cacing tubifex ini peluang emas yang dapat mendatangkan rejeki karena kebutuhan pasar yang tinggi, minim lahan dan minim biaya pemeliharaan.

Dalam usaha budidaya cacing darah atau cacing sutera ini ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan seperti aspek teknis, ekonomis dan sosial. Aspek pertama adalah aspek teknis yang mempertimbangkan teknik budidaya termasuk lokasi budidaya cacing sutera. Budidaya cacing ini bisa dilakukan dikolam tanah yang subur unsur hara, tidak mengandung bahan cemaran kimia berbahaya, sumber air bisa dari sumur atau sungai yang sudah diendapkan untuk menghindari adanya bahan kimia yang berbahaya dalam budidaya cacing sutera. Selain kolam tanah, budidaya cacing bisa menggunakan kolam terpal yang saat ini populer sebagai media budidaya pengganti tanah atau semen. Namun kekurangan kolam tanah dan terpal adalah penyediaan lahan budidaya yang luas dan ratio antara luas area dan jumlah panen yang kurang maksimal. Sehingga kedua media budidaya ini kurang optimal. Saat ini yang baru dikembangkan adalah budidaya cacing sutera dengan menggunakan nampan plastik dan disusun dalam rak vertikal sehingga hemat lahan dan memaksimalkan hasil panen. Aspek ekonomi harus melihat letak lokasi budidaya agar tidak meningkatkan biaya yang tidak perlu seperti jarak antara lokasi budidaya dan pasar, lokasi budidaya dan ketersediaan sumberdaya misal penyediaan sumber air, jaringan listrik dsb. Aspek sosial mempertimbangkan dampak sosial dalam budidaya cacing darah seperti jarak antara lokasi budidaya dengan pemukiman penduduk karena dimungkinkan akan muncul pencemaran bau yang akan mengganggu warga sekitar.

Teknik budidaya dengan menggunakan baskom/nampan plastik yang disusun vertikal lebih disarankan karena akan memotong kebutuhan luas lahan, biaya investasi termasuk biaya pemeliharaan. Termasuk pengelolaan budidaya dan perencanaan produksinya lebih mudah dilakukan. Teknik budidaya cacing sutera dalam nampan plastik masih relatif baru diperkenalkan dan belum banyak pelaku usaha yang menggunakan cara budidaya seperti ini. Nampan plastik ini mudah dan murah untuk mendapatkannya. Biaya penyusutannya juga  selain menggunakan wadah plastik juga menerapkan SCRS (Semi-Closed Re-sirculating System) alias mendaur ulang air yang sudah ada dengan bantuan pompa air yang mendistribusikan dari kolam/tabung penjernih kembali ke wadah budidaya. Untuk meningkatkan kualitas oksigen terlarut dalam kolam penampungan/penjernih air bisa menggunakan aerator ataupun blower. Rak penyusun wadah bisa terbuat dari kayu atau bambu. Namun waktu ekonomis dan kekuatan dari kedua bahan tersebut tidak lama meski lebih murah. Opsi lainnya adalah menyusun wadah dalam rak besi atau alumunium namun biaya pembuatannya yang lebih mahal namun diimbangi dengan masa pakai dan kekuatan yang lebih bagus. 

 
Untuk penyiapan habitat cacing sutera menggunakan lumpur yang kaya unsur organik. Lumpur ini bisa diambilkan dari lumpur dari kolam pemeliharaan ikan misalnya ikan lele. Namun bila sulit ditemukan bisa menggunakan campuran lumpur  kolam lele, kotoran ayam, ampas tahu, dedak dengan komposisi 5 : 1-3 : 1 : 1 dan ditambah bahan probiotik/tetes tebu (molase). Biarkan campuran lumpur ini selama satu minggu untuk proses fermentasi dalam wadah tertutup (tong/gentong) dan diberi lubang angin kecil untuk kebutuhan oksigen selama proses fermentasi berlangsung. Setelah kurang lebih seminggu media lumpur siap dijadikan sebagai habitat budidaya cacing sutera dengan ciri-ciri tidak menimbulkan bau busuk. Lumpur fermentasi ini kemudian disebarkan ke masing-masing wadah budidaya dengan ketebalan lk 4-5 cm dan biarkan selama seminggu sebelum penebaran bibit cacing.
 Bibit cacing bisa diambil dari alam seperti sungai, selokan, parit yang kaya organik atau dari hasil budidaya. Bibit cacing dapat diambil dengan bantuan serokan kain kasa halus dan diambil dengan hati-hati agar tidak banyak bibit cacing yang mati. Bibit cacing yang terkumpul kemudian dibersihkan dengan air bersih hingga gumpalan-gumpalan lumpur hilang dan tinggal cacing yang terlihat sudah bersih.

Bibit cacing ini kemudian bisa disebar maupun ditanam didalam wadah budidaya dan senantiasa di cek untuk melihat apakah media budidaya sudah sesuai atau belum.  Pakan cacing sutera bisa dibuat seperti halnya membuat lumpur media budidaya yaitu dalam wadah tertutup (dan diberi saluran oksigen) dengan mencampur bahan-bahan organik seperti dedak, ampas tahu dan kotoran ayam dan biarkan mengalami fermentasi selama seminggu. Pemberian pakan hasil fermentasi ini bisa diberikan seminggu sekali kedalam masing-masing wadah budidaya cacing. Panen perdana dilakukan setelah bibit cacing dipelihara selama kurang lebih 60 hari, panen berikutnya bisa dilakukan setiap seminggu sekali. Panen dilakukan dengan bertahap yaitu tidak mengambil keseluruhan cacing namun mengambil lapisan atas media budidaya (lk 2 cm lapisan teratas). Hal ini dilakukan agar produksi atau panen dapat dilakukan secara kontinyu. Sedangkan Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Dan perlu di  ingat setiap kali melakukan panen, media budidaya perlu diberikan pupuk tambahan yang mana proses pengolahannya sama seperti halnya pembuatan media budidaya seperti telah diterangkan diatas.

Pasca panen perlu diperhatikan agar kualitas hasil panen cacing sutera berkualitas dan masih bagus saat diterima oleh konsumen. Penanganan pasca panen memperhitungkan jarak atau lama waktu pengiriman. Bila jarak tempuh yang jauh sehingga distribusinya menjadi lama maka cacing sutera perlu dimasukkan kedalam kemasan tertutup/plastik dengan diberi oksigen yang cukup, namun  bila jarak atau waktu pengiriman tidak terlalu lama maka cacing sutera bisa ditempatkan dalam wadah terbuka.

Buku Berternak Cacing Sutera Cara Modern sudah bisa DIPESAN Secara Online . Caranya : (Klik Aja : https://www.facebook.com/pages/Penebar-Swadaya-Grup/157124321079507 ) 

Kemudian Inbox melalui grup tersebut Dengan Mengirimkan Data-Data Seperti Dibawah Ini :
1. Nama Pemesan :
2. Nama Penerima :
3. Alamat Pengiriman :
4. No Telepon :

 
Atau Dengan Menghubungi :
Phone: 021-29617008/09/10
Email: penebarswadayagrup@gmail.com
Facebook: Penebar Swadaya Grup...

Video: Manfaat Limbah untuk Budidaya Jamur - LIPI

Anda tertarik untuk mencoba bisnis baru? Cobalah untuk berbudidaya jamur. Selain tidak memerlukan lahan yang luas, bahan yang digunakan sebagai media tanam pun berasal dari limbah seperti serbuk kayu dan jerami.


Video lengkap silahkan klik disini

Teknik Mudah dan Lengkap Budidaya Kroto

Semut adalah, semua jenis serangga yang semuanya merupakan suku Formicidae. Bangsa Hymenoptera. Dan semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (Spesies), Dan sebagian besar hidup di kawasan Tropika. Sebagian besar semut di kenal sebagai serangga Sosial. Dengan koloni dan dan Sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Dan anggota koloni terbgi menjadi semut pekerja, Semut pejantan, Dan ratu semut. Di mungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat mengusai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, Semut termasuk hewan terkuat di Dunia. Karena semut jantan mampu menopang beban dengan berat 50 kali dari berat badanyasendiri. Bisa di bandingkan dengan Gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali badanya sendiri, Semut tersebut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badanya sendiri.

Nah, Langsung saja ke inti artikel Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto. Semut rangrang adalah serangga eusosial atau (Sosial sejati). Dan kehidupan koloninya sangat bergantung pada keberadaan pohon atau (arboreal) Mereka membuat sarang yang terbuat dari Lembar-lembar daun yang Mula-mula saling di rekatkan oleh Semut-semut Pekerja. Lalu di perkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh Larva Nya.
Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto
Gmr. diambil dari kaskus.co.id
Di dalam sarang dapat di temukan Ratu semut yang berwarna hijau muda Kemerah-merahan. Dn ribuan semut pekerja yang berukuran besar (Yang di sebut Maksima). Dan yang berukuran kecil di sebut (Minima). Pekerja maksima bertugas untuk mencari Pakan, Mempertahankan dan mengelola sarang, Dan memperbesar koloni, Sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh Semut-semut muda Dan sekaligus beternak Serangga-serangga Simbion. Misalnya, Kutu perisai, Perilaku beternak tersebut sering mengkuatirkan para petani, Karena hal ini berarti juga memelihara (Hama potensial) Pada tanaman Budidaya.

Semut Rangrang tidak mengumpulkan pakan dalam sarangnya, Tetapi mendapatkan pakan dengan cara memerah cairan manis dari Kutu-kutuan atau larva Kupu-kupu (Lycaenid) Kemudian membagikanya pada larva dalam sarangnya. Semut Rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarngnya yang teratur, Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut terbagi menjadi semut prajurit semut pekerja, Semut pejantan, dan ratu semut.

Satu koloni dapat menguasai dan memakai suatu daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Dengan cara memulai Budidaya kroto antara lain yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut ini.

Yang pertama mempersiapkan Mental, Mempersiapkan mental akan mempengaruhi proses beternak kroto berkenaan dengan berhasil kelak di kemudian hari, Secara garis besar setelah mental dan pola fikir dengan memulai melakukan Hal-hal seperti berikut di bawah ini.

1. Persiapan tempat/kandang ternak tangkar.
2. Mempersiapkan peralatan.
3. Berburu semut Rangrang.
4. Karantina.
5. Pemindahan ke kandang tangkar.
6. Pemeliharaan.
7. Menikmati hasil.

1. Persiapan Tempat.

Mempersiapkan tempat untuk beternak kroto, Menangkarkan semut Rangrang sebenarnya tidak begitu susah, Tetapi perlu anda ingat, Ada beberapa hal yang perlu anda hindarkan seperti berikut di bawah ini.

A. Jangan terkena sinar matahari secara Terus-menerus, Dalam hal seperti ini butuh atap apabila di Alam bebas.

B. Usahakan tempat yang teduh, Bersih dan media tidak bersentuhan langsung dengan perabotan, dan yang lain nya.

C. Usahakan rak tempat media ternak tangkar lebih dari satu (Jangan satu rak di pakai untuk banyak koloni yang banyak pengambilanya berbeda tempat, (Untuk meminimalisir berantem sesama semut).

D. Jauhkan dari jangkauan Anak-anak.

E. Tempat ternak tangkar bukan area lalu lintas penghuni rumah (Dekat kamar mandi, Dapur, Dan tempat yang lainya).

F. Bersihkan tempat dari semut merah Kecil-kecil atau serangga pengganggu yang lainya.

G. Jangan di lakukan satu toples satu nampan untuk mengisolir semut (Agar Hemat, gunakan rak dengan kaki utama saja yang di beri nampan/Kaleng bekas Susu wadah serupa).

H. Jika anda modalkan alangkah lebih baik buat rak model lemari yang bersaf atau bertingkat seukuran toples/wadah yang anda pakai jarak tingkat satu dengan tingkat yang lain. Yang lebih utama ada penutup seperti lemari, Jadi anda bisa memberi suasana yang gelap dan terang pada laskar kroto anda. Apa penyebab harus ada suasana terang dan gelap?... Terindikasi semut Rangrang dalam perkembangbiakan lebih menyukai tempat yang gelap, (Berkurang cahaya untuk persembunyian kroto) Di samping itu juga Insting alami untuk berlindung.       

2. Cara membuat/Mempersiapkan Rak

Rak di dalam beternak rangrang penghasil kroto sangat vital Perananya, Jika kita tidak mempertimbangkanya sebelum membuat kan berpengaruh dalam perjalanan proses penangkaran. Sangat jelas ada pengaruhnya, Kita ambil contoh kecil pada awal beternak Jika Asal-asalan Membuat atau menyediakan Rak.

Misalnya, Rak anda hanya sebuah papan yang hanya di topang batu, Kemudian di letakkan diatas nampan yang sudah di beri air, Apakah betul Rak anda tersebut dapat anda pakai untuk mengisolir laskar semut anda yang mencapai ribuan/Puluhan ribu personil. Tetapi apakah anda menyadari apabila terjadi kelalaian/Human Error kecil saja dapat berakibat Fatal. Contohnya, Anda lagi mengamati prolaku si Semut, Tidak anda sadari sebelumnya ada satu yang menggigit anda dan reflek tangan anda bersinggungan dengan Papan (Prakkk) Bisa anda bayangkan apakah yang terjadi selanjutnya..! Pasti tumpah kelantai dan berserakan ribuan Semut. Dan anda [asti repot untuk mengembalikan kepada keadaan yang semula lagi. Semut Rangrang sangat takut jika bersentuhan dengan abu gosok sisa pembakaran kayu/sekam.   

3. Persiapan Kandang Ternak Tanggkar

Membahas persiapan kandang ternak tangkar. Persiapan rak atau media dan fungsi serta kegunaanya sama dengan Rak. Bisa berupa lemari yang di modifikasi, Bisa juga rak terbuat dari plat besi/stainless steel yang ada di jual di Toko-toko bahan bangunan terdekat, Bisa juga dengan barang bekas rumah tangga seperti bale Bambu Tempat Tidur.

Jangan anda terpaku dengan pada Kualitas/tingkat mewah mutu rak yang di pakai, Perhitungkan juga kuantitas dari segi hitungan orang bisnis. Buat apa rak bagus, Yang terbuat dari Stainless steel Kalau hasil perbulananya dari penjualan kroto tidak dapat menengembalikan modal utama anda. Apakah lebih baik memakai bale bambu yang kusam, Tetapi tingkat kekokohan menopang ribuan bahkan ratusan ribu laskar kroto Terjamin. Dan menghasilkan Rupiah perbulanya.

Tempat kandang ternak tangkar, Kandang ternak tangkar dalam hal ini, Ruangan yang kita pakai/Kegunaan untuk mengisolir laskar kroto terebut. Bisa berupa ruangan yang telah jadi atau yang telah ada. Yang menyatu dengan rumah utama tempat tinggal anda. (Misal, Kamar kosong) Atau di buat sendi di belakang dan di samping rumah anda. Silahkan saja mana yang menurut anda baik dan aman pastinya. Karena ruangan yang kita pakai harus memenuhi Kriteria Sebagai berikut.

1. Bukan area lalu lintas penghuni rumah : Biar tingkat ketenangan para laskar semut kita aman dan terjaga. Intinya tempat ruangan ternak tangkar tersebut (Bukan area lalu lintas) Seperti : Dekat kamar mandi, Di dapur yang rutinitas keseharian yang selalu kita di lewati, Karena insting semut rangrang sangat peka dengan suara, (Mereka tidak mau terganggu dan di ganggu).

   
2. Bersih : Dalam hal ini bersih yang di maksut sirkulasi udara serta pancaran sinar matahari bisa masuk di ruangan. Bersih, Dalam hal ini sirkulasi udara bai keluar masuknya, jadi kalau di dalam ruangan haruslah ada jendelanya. Karena semut rangrang sangat menyukai udara yang bersih.

3. Terlindung dari terik matahari secara lansung, Juga terlingdung dari guyuran air hujan, Dalan hal ini membutuhkan atap jika di luar ruangan Rumah. Dan harus terlindung dari panas matahari secara lansung juga terhindar dari terpaan air hujan. Maka di butuhkan atap bagi anda yang sengaja meletakkan kandang ternak di luar ruangan rumah.

Masalah atap juga tidak harus terbuat dari bahan-bahan mewah sepeti Genting, Seng, Asbes, Dan yang lainya. Untuk anda yang di luar pulau jawa sepengetahuan saya dan yang telah tergabung di (LKP) Laskar kroto pakai atap yang terbuat dari daun nipah/daun sagu.

4. Kalau kandang di dalam ruangan rumah harus ada jendelanya.

5. Tidak ada perabot yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau oleh semut.

Tidak ada perabotan yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau semut. Karena akan di pakai semut untuk melarikan diri, Minimal jarak 1 jengkal atau lebih, Kalau terpaksa anda campur dengan gudang Barang-barang. Ingat semut rangrang adalah binatang pintar yang bisa melakukan bunuh diri sebahagian untuk menyelamatkan banyak Teman-temannya yang lain. Dan dapat juga membuat jembatan dengan sistem bergelantungan mengait satu dengan yang lainya.

6. Jauhkan Dari Kebisingan/Keributan Dan jangkauan Anak-anak.

Jangan terlalu Kebisingan/Keributan, Misalkan di sebelah kandang ternak ruangan anda, Kemudian anda memutar muik secara keras, Sangat berpengaruh di proses adaptasi serta perkembangan semut tangkaran anda. Bagi yang mempunyai si kecil, Tolong jangan sampai si kecil masuk ke ruangan tampa pantauan anda, Saya tidak menjelaskan akibatnya, Cuma, Anda akan di buat sibuk Apabila si kecil menumpahkan satu toples saja.

Cara budidaya Klangrang dengan media bambu diatas kolam. Potong bambu sepanjang 40 cm Dan satukan dengan beberapa potong bambu dengan kayu , Lalu letakkan bambu tersebut pada sebuah rak diatas kolam supaya semut tidak dapat keluar/bepergian.Kolam berfungsi juga agar semut tidak terganggu oleh semutsemut hitam atau sejenis serangga lainya. Kemudian pindahkan bibit semut klangrang bersama ratunya kedalam Bambu. Pakan : Berupa Tulang-tulang hewan, Bangkai, Serangga.

7. Tambahkan air gula, Karena Semut-semut sangat membutuhkan Rasa-rasa yang manis

Cara budidaya kroto dengan media toples plastik tempat roti. Di beberapa toples besar berdiameter 3 cm, Dan tatakan pot berdiameter lebih dari 30 cm, Lakban plastik, Lubangi toples pada bagian bawah di tengah dengan diameter 3 cm, Dan masukkan bibit klangrang dari alam dengan cara terbalik. Lalu masukkan dari bawah ke atas melalui lubang bagian bawah, Dan klangrang akan mencari tempat yang tinggi. Setelah masuk, Balikkan toples lakban tutupnya agar tidak lepas, Kemudian tempatkan toples pada tatakan pot yang telah di beri air. Dan beri pemberat pada toples agar tidak mengapung.

Berburu Semut Rangrang

Jikalau tempat atau kandang ternak tangkar telah siap dan tersedia, Dan pengganti rak juga telah tersedia, Peralatan untuk memulai beternak semut rangrang penghasil kroto sudah ada. Dan tinggal anda berburu semut rangrang cs di alam raya. Karena bibit yang untuk kita terenak/tangkarkan gratis telah di sediakan oleh tuhan semesta alam di alam terkembang ini, Di dalam hal seperti ini, Bisa juga di bilang hal dapat membuat kita merasa Was-was. Di sini lain keinginan kita kuat sekali untuk memulai ternak.

Sebelum kita lanjutkan mari kita pahami dulu ulasan semut rangrang berikut ini :

Semut rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarangnya yang sangat teratur. Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut di bagi menjadi semut prajurit, Semut pekerja, Semut pejantan, Dan Ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut juga Superorganisme Di karenakan Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Mungkin anda telah bisa mencerna makksut dari ulasan yang diatas, bisa membedakan antara koloni dengan sarang. Hal ini perlu kita luruskan di postingan kali ini karena seringkali sobat berbeda presepsi. Yang kurang benar dalam mengartikan arti sarang dengan arti koloni di dalam dunia persemutan.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya.
Sumber: http://sabdaalamnusantara.blogspot.com

Cara Panen dan Perawatan Jamur Tiram

Cara merawat baglog menjelang panen pertama. Setelah anda siap dengan persediaan baglog baik dari pembuatan anda sendiri, maupun dengan membelinya dari orang lain maka langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah :
1- penataan baglog pada rak dalam ruangan spawning 
 Tata dengan baik baglog diatas rak-rak yang sudah anda sediakan.

2- Penyiraman atau pengkabutan baglog sebelum membuka tutup
  Baglog yang belum dibuka penutupnya siram atau kabut permukaan baglog dengan menggunakan selang atau sprayer pompa manual selama 2 hari berturut-turut,dengan minimal 3 kali sehari,tetapi jika suhu terlalu panas maka dapat dilakukan sampai 4 kali sehari.

3- Pembukaan cin-cin dan kertas penutup baglogSetelah 2 hari, baglog yang sudah disiram dibuka cin-cin dan kertas penutup baglog, setelah keduanya terlepas lalu gulungkan plastik ujung baglog agar permukaan media tanam terbuka lebar, sehingga jamur dapat tumbuh dengan bebas4- Penyiraman atau pengkabutan baglog setelah pembukaan tutup
 Penyiraman atau pengkabutan pada baglog yang sudah dibuka tutupnya tidak berbeda pada penyiraman atau pengkabutan sebelum tutup baglog dibuka,,Setelah usia baglog beberapa hari terhitung setelah pembukaan tutup baglog, maka bibit jamur dalam baglog akan mulai tumbuh dan membentuk daun/tiram jamur,.Dan setelah 24 jam jamur akan membesar maksimal, artinya jamur siap dipanen.

CARA MERAWAT BAGLOG MENJELANG PANEN KEDUA

Setelah panen pertama maka langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah :

1- menutup baglog dan membalikan posisi
  Setelah panen pertama selesai maka lipat kembali plastik baglog sehingga permukaan baglog tertutup kembali, kemudian rubah posisi baglog 180°, dengan posisi kepala baglog berada dibawah, selama 3 sampai 4 hari, selama proses ini baglog cukup disiram 1 kali dalam sehari.

2- perubahan kembali posisi baglog
 Setelah 3 sampai 4 hari dalam proses pembalikan baglog, lalu baglog kembalikan keposisi awa,l lalu kemudian lipat kembali plastik dikepala baglog sehingga kepala baglog terbuka kembali, dan lakukan penyiraman atau pengkabutan 3 sampai 4 kali sehari.

CARA MERAWAT BAGLOG MENJELANG PANEN KETIGA

Setelah panen kedua maka langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah :

1-Buka lipatan plastik pada kepala baglog, kemudian potong ujung plastik pas diujung permukaan media tanam.

2- Kemudian lakukan penyiraman 3 sampai 4 kali sehari. Setelah selama 6 sampai 7 hari kecambah jamur kembali tumbuh, dan siap panen setelah 24 jam terhitung dari mulai kecambah tumbuh.

CARA PERAWATAN MENJELANG PANEN KEEMPAT

Setelah proses panen ketiga selesai langkah yang harus anda lakukan adalah:

1- Lakukan pengirisan dengan pisau cutter pada permukaan kepala baglog, setebal kurang lebih 3 sampai 5 mm

2- Setelah itu lakukan kembali penyiraman 3 sampai 4 kali sehari

CARA MEMANEN JAMUR

Jamur tiram yang sudah siap dipanen biasanya bergerombol dalam satu rumpun generasi, dan biasanya jamur yang tumbuh didak merata , ada yang berukuran n besar dan kecil, akan tetapi dalam memenen jamur ini harus mengambil semua rumpun tersebut, dengan cara mengelupas bonggolnya sehingga terkelupas dari madia tanam, dan jika hanya sebagian saja yang di petik maka sisa jamur yang lainnya dalam rumpun tersebut akan layu dan mati.Cara memanen ini berlaku dalam proses panen 1,2,3, dan 4.

CATATAN

1-Pada umumnya hasil panen ke 1 ke 2 dan seterusnya akan mengalami penurunan bobot hasil panen

2-Pada umumnya baglog berkapasitas 4 kali panen, akan tetapi terkadang ada yang masih bisa sampai penen ke 5, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:-perawatan yang sangat teliti-kualitas kandungan nutrisi dalam baglog

3-setelah baglog tidak produktif lagi maka baglog tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, media jamur merang, media budidaya belut, dll

Sumber

Jebakan Tikus Kreatif Ala Petani Jamur

sumber gmb.: nurfitrianti-23.blogspot.com
Ini sebuah kreatifitas unik petani jamur dari Pati dalam usahanya mengusir hama tikus. Berangkat dari serangan tikus terhadap kumbung dan tikus sebagai ham utama dalam budidaya jamur tiram, bukan hanya terhadap bibit yang sedang di inokulasi tetapi juga mengacak-acak lognya juga.

Berbagai cara pun dilakukan untuk menggusur pengerat itu. Mulai dari cara gropyokan, mengasapi lubang
tikus, sampai cara konvensional dengan jebakan atau pun racun. Sayang, tikus bak gugur satu tumbuh seribu. Semakin diberantas, semakin merajalela. Tinggallah petani gigit jari dirundung hutang.

Ada cara sederhana dengan memanfaatkan makhluk yang kerap terlupakan: semut.

Muncullah sebuah ide kreatif mengatasi hama tikus secara alami dengan memanfaatkan semut sebagai pengusir tikus. Dengan cara sederhana, yaitu mengerahkan semut yang tak pernah menyia-nyiakan setitikpun makanan itu untuk menyerang kawanan tikus. Tak cuma tikus dewasa, bayi-bayi tikus yang mestinya aman dalam liangpun menjadi target buruan semut.

"Tikus dewasa bisa lari menyingkir, tapi yang terlalu muda akan menjadi mangsa semut"

Dengan menggunakan jebakan berupa bumbung bambu. Mula-mula dengan memasukkan 100 gram tapioka ke dalam 1 lter air lalu panaskan di atas api hingga mendidih sambil di aduk aduk. Berikutnya 200 gram gula kelapa / gula jawa dimasukkan lalu diaduk rata. Setelah mendidih, sisakan air ± 500 ml, angkat dari perapian dan biarkan mendingin. Selanjutnya belah bumbung bambu seukuran tubuh tikus dewasa kira-kira sepanjang 25—30 cm dan bergaris tengah 4—6 cm.

Kemudian oleskan jenang yang luar biasa lengket itu ke sisi dalam bumbung lalu satukan kembali kedua belahan bumbung dengan kawat atau tali. Di tengah-tengah bumbung letakkan pemikat beraroma menyengat yang digemari tikus, seperti ikan asin atau dengan biskuit racun tikus dll. Tikus yang tertarik akan memaksa masuk bumbung sehingga tubuhnya berlumur jenang. Saat ia kembali ke liang, jejak jenang itu membawa semut ke liang. Dalam kurun ± seminggu, tikus pun hengkang lantaran tidak tahan serangan semut.

Selamat mencoba...

Kalau tidak mau repot-repot menyiapkan segala macam peralatannya, bisa juga digunakan cara yang lebih modern dengan menggunakan peralatan electronik pengusir hama tikus. 

Silahkan klik link berikut: Peralatan Electronik Pengusir Hama Tikus

Baglog Bekas Jamur Tiram Sebagai Media Ternak Belut

Banyak manfaat yang bisa diambil dari budidaya jamur tiram, tidak hanya bisnis intinya yaitu budidaya Jamur Tiram. Tapi juga bisnis / usaha kembangannya juga sangat menarik, bermanfaat dan hasilnya cukup menggiurkan. Sebelumnya sudah pernah dibahas disini pemanfaatan media / baglog bekas jamur tiram yang digunakan untuk: media tambahan dalam pembuatan media tanam jamur tiram yang baru, digunakan untuk pupuk kompos, digunakan sebagai bahan bakar dalam proses sterilisasi pembuatan media / baglog jamur baru dan dimanfaatkan sebagai media tanam jamur merang. Ternyata tidak hanya sampai disitu saja, berbagai inovasi, percobaan dan perkembangan yang ada, media / baglog bekas jamur tiram juga bisa dimanfaatkan sebagai media untuk berternak belut.

Dalam memanfaatkan media / baglog bekas jamur tiram untuk ternak belut sangat sederhana dan tidak memerlukan tehnologi yang rumit, hanya perlu ketelatenan dan kesabaran. Seperti yang dilakukan oleh Suparno, peternak belut di Desa Caringin, Kecamatan Balaraja, Tangerang, Provinsi Banten yang memanfaatkan baglog / media tanam bekas jamur tiram. Menurut beliau, untuk mengisi kolam semen berukuran 2,7 m x 2,6 m, ia memerlukan sekitar 500 baglog. Baglog tersebut diperoleh dari budidaya jamur tiram yang ia jalankan sebelumnya. Ia sendiri mengelola sebuah kumbung jamur berukuran 9 m x 5 m berkapasitas 3.000 baglog. Sebelumnya, baglog bekas ia gunakan sebagai pupuk tanaman terung.

Sebagai media untuk ternak belut, baglog bekas tersebut dilepaskan dari plastik pembungkusnya dan dihancurkan. Kemudian ditambah dengan tanah halus serta pupuk kandang / kotoran ternak. dengan pebandingan 2 : 1 : 1. Campuran ketiga bahan itu ia aduk rata di dasar kolam. Di bagian atas campuran itu, diletakkan cacahan batang pisang, kira-kira 20%. Cacahan batang pisang mampu merangsang pertumbuhan rotifera sebagai pakan belut.

Di bagian teratas kemudian masih ditambah lagi dengan jerami sekitar 20% dari total media dan media ditambah air 5 - 10 cm diatas media. Komposisi media itu ia biarkan selama sebulan agar terjadi fermentasi.

Adaptasi

Indikasi media siap pakai jika media tak beraroma busuk. Saat itulah bibit belut ukuran sejengkal tangan ( 15 cm) mulai ditebar sebanyak 20 kg ( 100 - 125 ekor per kg). Menurut Suparno, pada pekan pertama 215 bibit meregang nyawa. 'Kemungkinan stres karena transportasi dan beradaptasi dengan lingkungan,' kata Suparmo. Maklum bibit belut didatangkan dari Kuningan, Jawa Barat, berjarak lebih dari 400 km.

Pada pekan kedua, didapati kematian belut hanya 2-3 ekor. Setelah itu hingga umur bibit belut sebulan 19 hari, tak ada yang mati. Pakan tambahan yang diberikan berupa 0,5 kg ikan kecil dan cacahan kodok rebus per hari untuk merangsang pertumbuhan belut. Selain itu kadang-kadang ia juga meletakkan ayam mati. Belut tidak makan ayam, tetapi magot alias belatung yang keluar dari bangkai ayam.

Pakan Alami

Ide memanfaatkan baglog jamur merupakan inovasi yang luar biasa. Selama ini peternak belut memanfaatkan campuran lumpur sawah dan pupuk kandang sebagai media belut. Yang pasti belut mampu bertahan dan berkembang di media baglog. Menurut Ade Sunarma, MSi, periset di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, Jawa Barat, penggunaan baglog sebagai media belut merupakan inovasi baru.

Menurut Sunarma media bekas jamur besar kemungkinan mempercepat pertumbuhan pakan alami. Alasannya, media itu lebih mudah terurai karena mengalami fermentasi dari serbuk gergaji, bekatul, dan biji-bijian. 'Apalagi ditambah gedebong pisang yang juga sudah busuk, proses fermentasi lebih cepat,' kata Sunarma. Dampaknya pakan alami lebih cepat tersedia sehingga memacu pertumbuhan belut.

Dengan ketersediaan pakan alami diharapkan belut tumbuh cepat dan seragam. Pertumbuhan yang seragam berarti juga mencegah kanibalisme. Menurut Sunarma keseragaman dipengaruhi faktor biologis dan perilaku. Secara biologis pertumbuhan jantan lebih cepat daripada belut betina. Meski demikian, peternak tak mampu memilih bibit jantan agar lebih dominan.

Soalnya, belut bersifat hemafrodit. Perubahan jenis kelamin secara menetap terjadi ketika belut berumur 3-4 bulan. Selain itu perilaku berebut pakan berpeluang membuat ketidakseragaman. Yang kuat berpeluang mendapat pakan lebih banyak. 'Namun, masih harus dikaji lebih lanjut seberapa besar kemampuan belut mengkonsumsi pakan,' kata Ade.

Penggunaan baglog bekas mempermudah peternak karena jumlahnya melimpah. Di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, saja terdapat 400 pekebun jamur tiram. Setiap pekebun rata-rata mengusahakan 5.000-10.000 baglog. Ketika jamur tiram kian banyak diusahakan di berbagai kota, peluang untuk mendapatkan baglog bekas pun kian mudah. Selama ini baglog bekas hanya dibuang. Padahal, media apkir itu dapat menjadi hunian yang nyaman bagi belut. (Lastioro Anmi Tambunan)

Semoga bermanfaat..!!!

Sumber: trubusonline.co.id

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Berbagai Jamur

Berikut sedikit perbandingan kelebihan dan kekurangan dari budidaya berbagai jenis jamur.

Jamur Tiram Putih:

Kelebihan:
1. Relatif mudah dibudidayakan.
2. Relatif toleran terhadap perubahan musim atau cuaca.
3. Produktif.
4. Bisa hidup di berbagai macam media.

Kekurangan:
1. Mudah diserang hama sciarid (lalat jamur).
2. Daya simpan pasca panen tidak tahan lama (maks 1 hari).
3. Sulit dikirim jauh karena tudungnya mudah hancur.
4. Konsumen masih belum banyak mengenal.

Jamur Kuping

Kelebihan:
1. Bisa dikeringkan.

Kekurangan:
1. Memerlukan suhu lebih rendah dan kelembaban lebih tinggi dari tiram. Kalau tidak pinhead akan mengering.
2. Usia inkubasi dan pemunculan pinhead lebih lama dari jamur tiram.
3. Rendemen kering kecil. Kalau tidak salah dari 7 kg jamur segar hanya menjadi 1 kg jamur kering.

Jamur Shiitake:

Kelebihan:
1. Bisa dikeringkan.
2. Banyak konsumen yang sudah mengenalnya dengan nama jamur hioko.
3. Aroma khas jengkol yang banyak disukai orang Asia.

Kekurangan:
1. Butuh suhu sejuk buat budidaya.
2. Mudah terserang greenmold.
3. Adaptasi terhadap berbagai macam media rendah.

Jamur Lingzhi:

Kelebihan:
1. Bisa dikeringkan dan disimpan.
2. Harga mahal.

Kekurangan:
1. Tidak produktif.
2. Usia produksi lama.
3. Mudah terserang penyakit.
4. Sporanya suka mengganggu pernapasan.
5. Marketnya terbatas sekali.

Jamur Merang:

Kelebihan:
1. Usia produksi sangat pendek.
2. Sudah dikenal ratusan tahun oleh konsumen.

Kekurangan:
1. Media mudah diserang gurem dan jamur upas.
2. Daya tahan pasca panen rendah. Kalau sudah mekar harga turun banyak.
3. Proses pengomposan biasanya mencemari air, tanah, dan udara.
4. Tidak produktif.
5. Bagi penderita asam urat jika mengonsumsi jamur merang biasanya akan kumat .

Jamur Champignon:

Kelebihan:
1. Produktif karena teknologi budidaya yang sudah maju.
2. Pasarnya sangat luas.

Kekurangan:
1. Memerlukan teknologi dan peralatan yang modern.
2. Strain harus beli di LN.
3. Rawan serangan hama penyakit.

Jamur Tiram Coklat (Abalon):

Kelebihan:
1. Tahan cuaca panas
2. Jamur tebal
3. Daya simpan lama.

Kekurangan:
1. Tidak produktif
2. Warna kusam
3. Mudah terserang penyakit

Jamur Tiram Abu-abu:

Kelebihan:
1. Mungkin rasanya lebih enak dari tiram putih.

Kekurangan:
1. Butuh udara sejuk
2. Cepat busuk
3. Tidak produktif

Jamur Tiram Emas:

Kelebihan:
1. Warna menarik
2. Tahan cuaca panas

Kekurangan:
1. Sangat tidak produktif
2. Kalau masak gak bener rasanya pahit

Sumber: persaudaraan petani jamur indonesia

RESEP PESTISIDA ORGANIK PEMBASMI ULAT + NUTRISI TAMBAHAN BUAT BAGLOG JAMUR TIRAM


Oleh Maz Leechun Wkd Pati


Bahan-bahan :
  • 50 % bongkol jamur
  • 15 % gula pasir/molase
  • 15 % tepung ketan
  • 10 % tepung sagu/aren
  • 5 % daun sambiroto
  • 5 % bawang putih

- Fermentasikan selama 1 sd. 2 minggu.


Cara Pemakaian :
  • di semprot ke permukaan baglog
  • disuntik
Testimoni dari Pak Edy Susanto:
kumbung ada suspense, 3 log terserang ulat, nyobain resepnya Maz Leechun Wkd Pati ..Alhamdulillah ulatnya kering,,, misel tetep merambat,

Testimoni dari Ely Hermawanto:
terimakasih p wkd atas ilmu yg sampekan,ini hasilnya beglog yg udah 5bln masih dpt tumbuh baik.

Bagaimana obrolan seru tentang resep ini, silahkan klik disini.

Sumber: Persaudaraan Petani Jamur Indonesia (PPJI)

Memanfaatkan Baglog Bekas sebagai Media Budidaya Jamur Merang

Inovator : Teluk Jamur

Komposisi Media :
---------------------
- 20 Baglog Bekas,
- Jerami 5 Kg,
(Jerami yg digunakan harus yang telah lapuk)
- Dedak/Bekatul 4 Kg,
- Kapur/Dolomit 0,5 Kg,
- Air secukupnya.

Proses pembuatan :
-----------------------
- Campur seluruh media, aduk rata
- Masukan dalam kemasan (plastik)
- Sterilisasi seperti media Baglog Jamur Tiram.
- Setelah media dingin Inkulasi dgn bibit Jamur Merang.
(1 kantung plastik/log bibit Jamur Merang dpt digunakan untuk inokulasi 10 buah Baglog Jamur merang).

Inkubasi :
-----------
- Inkubasi selama +/- 10 hari, tutup dgn plastik.

Pembuahan :
---------------
- Setelah diinkubasi selama +/-10 hari, buka tutup lebar2, stelah 3 hari kemudian jamur merang siap untuk dipanen.

Sumber: Persaudaraan Petani Jamur Indonesia (PPJI) 

Ebook Budidaya Jamur Tiram (Indonesia)

Alhamdulillah....dengan segala keterbatasan yang ada baik itu ilmu, pengalaman maupun waktu, akhirnya selesai juga ebook Budidaya Jamur Tiram yang kami buat. Mudah-mudahan dengan adanya ebook ini akan lebih memudahkan rekan-rekan dalam mempelajari tehnik-tehnik budidaya jamur tiram dengan baik dan benar.

Perhitungan Sederhana Analisa Usaha Jamur Tiram

Perhitungan Sederhana Analisa Usaha Jamur Tiram,


I.Perhitungan Hasil Usaha Budidaya Jamur Tiram

I.A.Penjualan Produksi Baglog /media tumbuh Jamur Tiram :

Biaya pembuatan per satu baglog jamur tiram dengan perincian :

Bibit F0 Jamur Tiram dgn H2O2 3%

Hsl coba2 bikin bibit F0 PDA Jamur Tiram dengan menggunakan Hydrogen Perokside (H2O2) 3% setelah umur 12 hari...

Disini media agarnya (PDA) asal2an jd jgn diprotes ya...P-nya dihilangkan, D-nya juga diganti...hehehe (waktu buat komposisinya gak dicatat detail)

Bahan2nya sbb:


1. Agar-agar bubuk
2. Gula
3. Air
4. H2O2 3%, seingat sy waktu itu 1 sendok teh

Soto Jamur? Ya...Sotoji


Ini dia menu sarapan pagi ini...SOTO JAMUR INSTAN sedap manatabbb...

Mungkin belum banyak yang tahu jenis kuliner ini karena memang Sotoji atau Soto Jamur Instan belum hadir di Kota Purwakarta. Sebenarnya sudah 3 hari yang lalu mendapat kiriman Sotoji dari seorang teman yang sekaligus produsen Sotoji di Bogor.

Alat Electronik Pengusir Tikus, cocok dipasang di kumbung jamur



Digunakan untuk mengusir tikus, kecoak, nyamuk, kutu, lalat, jangkrik, semut dan sebagainya.
Keunggulan produk: Tidak Berbahaya, Aman utk keluarga
Keterangan:
* Berfungsi dalam radius 50-80 meter persegi di dalam ruangan
* Alat Ultrasonik ini tidak berbahaya untuk manusia, tidak akan mempengaruhi pada alat elektronik rumah
* Aman dan tidak menimbulkan bau seperti obat nyamuk konvensional.
* Power: 2 .5 W
* Voltage: AC90 ~ 250V
* Frekuensi: 50 ~ 60Hz
* Frequency Range: 20kHz – 65khz
* Warna: Putih

Lebih jelas lagi berapa harga dan bagaimana cara kerjanya, silahkan klik disini...

Selamat mencoba...

Mushroom Cultivation with Hydrogen Perokside (tanpa Pasteurisasi)

Belakangan ini berita yang sedang marak dibicarakan selain kasus-kasus korupsi yang sudah begitu basi dan gak selesai-selesai, adalah kenaikan harga BBM. Ya...betapa tidak kenaikan BBM ini tidak akan berimbas pada usaha kecil menengah ataupun usaha dibidang pertanian yang semakin merasakan beratnya bertahan.

Lihat saja sekarang ini, harga-harga sembako memang naik tapi apakah ini dinikmati oleh petani??? Boleh dilakukan survey....berapa harga komoditas pertanian ditingkat petani dibandingkan dengan harga dipasar atau sampai ke konsumen...

Peralatan untuk pembuatan Bibit F0 Jamur Tiram



Berikut adalah peralatan-peralatan yang digunakan untuk pembuatan bibit jamur tiram dengan menggunakan system kultur jaringan:

1. Autoclave atau panci presto




2. Cawan Petri / tabung reaksi / botol



3. Alkohol 70% dan semprotan kecil



4. Spiritus, Bunsen dan Kotak Isolasi




5. Pincet dan masker

Karya Wisata Pengenalan Budidaya Jamur Tiram SMP Cahaya Sakti Jakarta

PPMI'98 Mushroom Center Purwakarta beberapa hari lalu, Senin, 24 Oktober 2011, dapat kunjungan dari siswa-siswi SMP Cahaya Sakti Jakarta dalam kegiatan Karya Wisata Pertanian khususnya Pembudidayaan Jamur Tiram. Lebih dari 40 siswa SMP Cahaya Sakti Jakarta ditambah 3 staf pengajar, sangat antusias mengikuti penyampaian yang disampaikan oleh para pemateri, yaitu:

Pak Muhammad Faishol (Praktisi Budidaya Jamur Tiram dan admins blog PPMI'98 Mushroom Center), Pak Subi Harsono (Quality Control PPMI'98 Mushroom Center) dan Pak Wahyudi (Pimpinan dan Marketing PPMI'98 Mushroom Center).

Berikut cuplikan gambarnya....:D



Bibit Jamur Tiram F0




Bibit Jamur Tiram F0 yang siap diturunkan ke F1 (umur 15 hari)

Apa alat-alat yang diperlukan dan bagaimana proses pembuatannya???

Tetap stay tuned disini....
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger