Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts

Jamur Tiram Mengantarkan FK UB Raih Medali Emas

Ajang pekan ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas) 2011 memang sudah lama berlalu. Namun karya-karya besar yang dilahirkan mahasiswa dalam ajang ini masih menjadi buah bibir. Salah satunya adalah karya mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) Malang yang meraih Medali Emas, yaitu yang berjudul "Stempowering (Stem Cell Empowering) : Inovasi Pengembangan Terapi Auto-Regenerasi Pankreas Berbasis Mobilisasi Hematopoietic Stem Cell pada Mencit Model DM Menggunakan Ekstrak Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus)".

Banyak harapan agar temuan ini diaplikasikan dalam bentuk produk sehingga bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
”Ini memang baru penemuan awal, butuh tiga sampai empat langkah lagi untuk bisa mengaplikasikannya sebagai produk obat,” ungkap salah satu anggota tim peneliti, Al-Farabi.

Penelitian ini dilakukan lima mahasiswa program kedokteran di antaranya Al-Farabi, Ikrimah, Nugraha, Zukhri, Alkarimah, dan Permatasari. Dari hasil uji coba mereka ternyata jamur tiram yang diekstraksi bisa membantu mengatasi kerusakan organ tubuh yang memicu penyakit diabetes. Hanya saja tentu jamur tiram ini perlu diolah dengan skala laboratorium.

”Belum ada temuan apakah dengan mengkonsumsi begitu saja tanpa diolah fungsinya akan sama dengan yang sudah mendapat perlakuan lab,” kata mereka.
Penelitian yang mendapatkan penghargaan setara emas itu awalnya dibuat karena diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius di abad 21. Dari data yang mereka himpun jumlah penderita DM usia 20-79 tahun di dunia berkisar 150 juta pada tahun 2003 dan diestimasi akan meningkat menjadi 333 juta pada tahun 2023, dimana 90-95 persen penderita DM menderita DM tipe II. Penderita diabetes akan mengalami perubahan morfologi pada sel β, baik dalam ukuran maupun jumlahnya.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur yang memiliki kandungan beta glucan yang tinggi. Pemberian beta glucan pada mencit terbukti meningkatkan G-CSF. G-CSF merupakan stimulan dalam pelepasan hematopoietic stem cell. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jamur tiram mampu menjadi modalitas penatalaksanaan DM dengan regenerasi sel islet pancreas dan mobilisasi hematopoietic stem cell.

Sumber: Malang Post

Budidaya Jamur Tiram Tanpa Pestisida

Pestisida berasal dari bahasa Inggris Pest yang artinya hama dan cide artinya membunuh. Dengan demikian pestisida dapat diartikan sebagai senyawa kimia baik organik maupun an organik yang digunakan untuk membunuh hama.

Dari definisi di atas, dapat diketahui bahwa pestisida adalah racun, bukan obat. Namun kenyataan di masyarakat, khususnya di kalangan petani kita lebih akrab dengan menyebutnya sebagi obat: Obat wereng, obat ulat dan lain-lain. Jelas ini salah kaprah.

Kesalah kaprahan ini sepintas seperti tidak berpengaruh apa-apa. Namun dari kesalahan persepsi ini sering terjadi kasus yang berbahaya di masyarakat, seperti kasus petani yang keracunan pestisida setelah melakukan penyemprotan sebagai akibat menganggapnya obat atau bukan racun sehingga tidak mengikuti prosedur keamanan dalam penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga membuat hasil pertanian menjadi kurang sehat lagi untuk dikonsumsi.

Dalam hal ini, budidaya jamur tiram sebisa mungkin untuk menghindari penggunaan pestisida. Bagaimana menghindari pemakaian pestisida, sedangkan sebagai tanaman tentunya bisa terserang hama penyakit atau hama serangga. Hal ini bisa diatasi dengan proses sterilisasi media tanam/baglog yang benar-benar bagus mulai dari penyiapan media tanam, pencampuran, sterilisasi dan inokulasi bibit. Begitu juga dalam proses inkubasi dan perawatan selama masa produksi betul-betul diperhatikan kebersihan kumbung. Oleh karena itu, kebersihan lokasi budidaya jakur tiram sangat penting dalam hal mencegah timbulnya hama penyakit atau hama serangga.

Mengenal berbagai macam hama dan penyakit pada budidaya jamur tiram serta pencegahannya. klik disini

Bagaimana cara mencegah timbulnya hama pada budidaya jamur tiram, terutama hama ulat yang paling sering terjadi dalam budidaya jamur tiram? klik disini

Manfaat Temu Lawak, tanaman rimpang penuh manfaat

Tanaman ini biasanya digunakan sebagai bahan jamu tradisionil dan punya banyak khasiat bagi kesehatan. Temulawak merupakan tumbuhan tahunan yang hidup merumpun dan berbatang semu berupa gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Tiap batang memiliki 2-9 helai daun, bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal bunga berwarna ungu.

Tumbuhan ini dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian yang keluar dari rimpangnya. Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 16 cm. Tiap rumpun umumnya memiliki 6 buah rimpang tua dan 5 buah rimpang muda.
Temulawak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi beraneka macam penyakit. Berbagai khasiat dari temulawak, antara lain, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang kandung empedu, radang lambung dan gangguan ginjal.

Selain itu, temulawak juga bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi, anemia/kurang darah, melancarkan peredaran darah, gumpalan darah, malaria, demam, campak, pegal linu, rematik, sakit pinggang, peluruh haid, keputihan, sembelit, ambeien, menambah nafsu makan, batuk, asma, radang tenggorokan, radang saluran nafas, radang kulit, eksim, jerawat, meningkatkan stamina, radang kandung empedu dan batu empedu.

1. Untuk gangguan lever, gunakan 25 gr temulawak dan 30 gr daun serut/mirten direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat.

2. Pada radang sendi, rematik, pegal linu, ambil 25 gr temulawak berikut 20 gr jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

3. Untuk peluruh haid, gunakan 25 gr temulawak diblender dengan air secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan diminum.

4. Bila sakit radang kandung empedu, gunakan 30 gr temulawak diiris-iris lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

5. Untuk mengatasi batu empedu, gunakan 25 gr temulawak, 30 gr meniran dan gula aren secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

6. Menurunkan kadar kolesterol tinggi, gunakan 20 gr temulawak kering ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya dan diminum hangat-hangat.

7. Mengatasi masalah radang lambung, gunakan 30 gr temulawak dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

8. Mengobati batuk dan radang saluran nafas, gunakan 25 gr temulawak diparut, tambahkan air matang secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan air perasan 1 buah jeruk nipis, kemudian diminum.

9. Untuk meningkatkan nafsu makan, ambil 25 gr temulawak, 10 gr asam jawa dan gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan diminum.
Lakukan resep ini dua kali sehari secara teratur. Sedangkan, untuk penyakit berat/serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger