Headlines News :
Home » , » ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

White Oyster Mushroom Growing Plugs ~ Grow your own mushrooms for years!Banyak sekali peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan. Dari sekian banyak itu, kenapa saya memilih Budidaya Jamur Tiram? Selain karena senang dengan agrobisnis, hasilnya juga saya rasa cukup lumayan untuk tambahan penghasilan. Berikut ini adalah analisa kelayakan usaha budidaya jamur tiram yang saya buat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha budidaya jamur tiram. Dan entah mengapa jarang orang yang melirik peluang usaha agrobisnis. Jangankan yang berlatar belakang pendidikan mesin seperti saya, lha yang latar belakang pendidikannya pertanian saja jarang kok….hehehehe Apa mungkin karena nggak keren atau kurang gaul kali ya…padahal menurut hemat saya, dengan budaya dan kultur di Indonesia justru sangat cocok untuk usaha agrobisnis.

Langsung saja ke pokok utamanya tentang kelayakan usaha jamur tiram.
Beberapa pertimbangannya adalah sebagai berikut :
1. Daya serap pasar masih sangat tinggi dan semakin meningkat (setelah kami memulai budidaya jamur tiram mulai bulan Januri 2010 dengan produksi perhari rata-rata 20 kg, semuanya bisa diserap oleh pasar di Purwakarta-Jawa Barat. Yang jelas konsumen atau lebih tepatnya agen kami masih kekurangan stok sebesar 50 kg/harinya, kami belum berani untuk mencari konsumen lain karena produksi yang masih terbatas. Dengan asumsi tersebut, kami perkirakan kebutuhan jamur tiram di Purwakarta sekitar 300 kg/hari dan baru terpenuhi sekitar 50%-nya).
2. Merupakan konsumsi masyarakat sehingga kebutuhannya akan terus menerus karena habis dimakan.
3. Bahan bakunya mudah diperoleh dan murah.
4. Tidak memerlukan lahan yang luas untuk skala kecil/rumahtangga. Untuk budidaya 5000 baglog cukup dengan lahan 5 x 8 meter persegi.
5. Masyarakat semakin sadarpentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan
6. Jamur bisa dipanen setiap hari dan tidak mengenal musim
7. Sebagai alternatif pengganti daging yang semakin mahal
8. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
9. Sisa baglog yang sudah habis masa panennya bisa digunakan sebagai pupuk kompos untuk pupuk kolam ikan, pupuk tanaman, campuran pakan ternak, dll.

Proyeksi pengembangan usaha :
Budidaya jamur termasuk usaha kecil menengah tapi justru inilah yang menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Disamping itu, produk jamur tiram ada berbagai macam sub-usaha dan turunannya, misalnya :
1. Produksi bibit jamur
2. Produksi jamur tiram segar
3. Produk-produk olahan : krupuk jamur, kripik jamur, abon jamur,sate jamur, dll
4. Kompos dan pakan terak dari sisa baglog produksi
5. Tempat wisata seperti Taman buah di Mekar Sari.....hehehe

Berikut adalah ilustrasi perhitungan biaya untuk budidaya jamur tiram :
Diasumsikan budidaya sebanyak 5000 baglog
Biaya pembuatan kumbung = Rp. 3.000.000,- (bisa dipakai untuk 6 musim atau 2 tahun)
                                          = Rp. 500.000,- per musim tanam
Pembelian 5000 baglog      = Rp. 8.000.000,- (@ Rp. 1.600,-)
Upah pegawai 4 bulan        = Rp. 1.200.000,-
TOTAL INVESTASI        = Rp. 9.700.000,- permusim

Prosentase kegagalan dari 5000 baglog sebesar 10% = 500 baglog, ini adalah kegagalan maksimal karena biasanya penjual bibit amur tiram yang terpercaya akan mengganti baglog dengan yang baru bila terjadi kegagalan baglog diatas 10%.
1 baglog dengan berat 1.4 kg bisa menghasilkan jamur 0.42 – 0.56 kg, lebih jelas klik disini
Kita ambil yang terendah, yaitu 0.42 kg jamur tiram segar per baglog supaya tidak berekspektasi terlalu tinggi dan timbul kekecewaan nantinya.
Produksi jamur                 = 4.500 x 0.42 = 1890 kg
Harga jamur per kg          = Rp. 6.500,- untuk daerah Purwakarta ditingkat petani
Total omset                      = 1890 x Rp. 6.500 = Rp. 12.967.500,-

Keuntungan permusim = Rp. 12.967.500 - Rp. 9.700.000 = Rp. 2.585.000,-
atau = Rp. 646.000,- ~ 26.6% permusim ~ 79.8% pertahun, dengan asumsi yang dipakai adalah hasil panen terendah dan kita tidak terlalu banyak mengeluarkan waktu dan tenaga karena pemeliharaan maupun pemasaran sudah dikerjakan orang lain.

Kalau ingin hasil yang lebih besar dan memuaskan, tentunya harus sedikit kerja keras lagi untuk berusaha memotong jalur pemasaran langsung ke pasar atau swalayan atau bahkan bisa langsung ke konsumen tanpa melalui agen lagi. Tentunya akan memperoleh harga yang jauh lebih tinggi, mungkin bisa mencapai Rp. 8.000,- atau bahkan bisa diatas Rp. 10.000,-. Silahkan dihitung sendiri….hehehehe

Layak atau tidak usaha ini? Anda sendiri yang menentukan….
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger