Headlines News :

Latest Post

Kultur Jaringan Sebagai Pilihan Dalam Pembibitan Jamur Tiram

Dalam praktek budidaya jamur seringkali dalam pembuatannya tidak menggunakan spora secara langsung pada media tanamnya. Hal ini karena ukuran yang sangat kecil sehingga membuatnya sulit untuk ditangani.

Selain itu, dibutuhkan beberapa waktu untuk spora jamur tersebut tumbuh sebelum jamur lain menyerangnya. Seperti jamur yang tumbuh berwarna hijau dan menyebar jauh lebih cepat. Spora jamur yang diinginkan diharapkan berkembang lebih cepat untuk dapat memenuhi media tanam sebelum jamur atau bakteri lain mendahuluinya. Untuk mencapai hal ini, mengapa digunakan pembuatan bibit dengan cara kultur jaringan, dimana diharapkan memperoleh spora yang lebih banyak dan lebih cepat berkembang. Jaringan tersebut harus diinokulasikan ke media (sering kita sebut PDA) yang telah steril dan bebas dari kontaminan.

Setelah memperoleh bibit dari kultur jaringan (PDA), miselium yang cukup dewasa (bebas dari segala kontaminan), diinokulasikan pada media tanam yang steril. Bahan ini disebut sebagai bibit induk (sering disebut F1), yang kemudian oleh para pembudidaya besar dan ternama akan diturunkan lagi menjadi bibit tebar (F2).

Menggunakan bibit tebar (F2) akan memberikan keuntungan jamur mudah dibudidayakan dan dapat mengalahkan pertumbuhan jamur lain dalam media tanamnya. Hal ini karena miselium dalam bibit tebar tersebut sudah dewasa dan sudah beradaptasi pula dengan lingkungan sekitar.

Managemen Waktu Dalam Budidaya Jamur

Tanpa pernah kita sadari, sering kita meremehkan hal-hal kecil bahkan melupakannya. Dan sekarang, dengan pergerakan dan perubahan yang semakin cepat sehingga membuat waktupun terasa begitu cepatnya berlalu. Hanya sedikit dari kita yang bisa memanfaatkan waktu dengan tepat pada tempat yang tepat pula.

Pemanfaatan waktu yang tepatlah yang membedakan kesuksesan dengan kegagalan. Allah SWT memberi kita waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari? Namun, mengapa ada orang yang sukses dan ada orang yang gagal? Jawabannya terletak pada bagaimana mereka memanfaatkan setiap momen/waktu yang ada.

Ketika era informasi juga menjadi begitu penting. Bahkan lebih penting daripada uang itu sendiri, uang yang hilang bisa kembali tapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Selain itu, kecepatan arus informasi yang datang dan pergi menuntut kita untuk selalu siap setiap saat.

Sayangnya...walaupun waktu begitu penting, tidak banyak orang yang bisa mengatur waktu dengan baik. Alih-alih mendapatkan efisiensi dan produktivitas yang tinggi, yang hanya membuang setiap kesempatan untuk berkembang.

Hal ini berlaku kepada semua hal, baik itu dalam bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, dll. Termasuk juga dalam usaha Budidaya Jamur Tiram, pengaturan waktu ini sangat penting sekali. Karena dalam Budidaya Jamur Tiram mempunyai langkah-langkah yang cukup banyak dan bisa dikatakan cukup rumit juga. Dimana...kapan kita harus membuat bibit F0, bibit F1, bibit F2, media tanam (baglog), pemeliharan, pemasaran, dll. Apalagi kalau dirinci lagi akan kelihatan kerumitannya. Misalnya dalam pembuatan media tanam (baglog), harus ditentukan kapan serbuk gergaji didatangkan, berapa lama waktu Ngelog (memasukkan serbuk gergaji ke plastik), kapan dan berapa lama melakukan sterilisasi, waktu pendinginan, inokulasi, inkubasi sampai miselium memenuhi media dan siap dibudidayakan.

Tapi jika kita bisa mengatur waktu atau istilahnya membuat manajemen yang bagus dengan langkah-langkah yang jelas dan dengan waktu yang tepat, sebenarnya begitu sederhana dan mudah. Kenapa kita sering dibuat rumit? Terutama dengan budaya yang ada di sekitar kita sekarang yaitu cenderung menunda-nunda dan tidak tepat waktu.

Oleh karena itu, kesuksesan bisa datang lebih cepat hanya dengan kita mengelola waktu dengan tepat.

Falsafah Kyai Petruk

Petruk adalah salah satu tokoh punakawan dalam pewayangan. Dibandingkan dengan tokoh pewayangan yang lain seperti Pandawa, Kresna atau yang lain, justru tokoh inilah (petruk.red) yang paling saya gemari. Mari kita bedah bersama-sama kenapa tokoh ini yang saya gemari dalam pewayangan, Petruk mempunyai falsafah yang sangat mendalam dalam kehidupan orang jawa yang penuh kesederhanaan tapi mempunyai semangat pantang menyerah, tidak malu dan merasa hina apapun pekerjaannya selama itu benar, bermanfaat buat orang lain serta tidak merugikan alam dan kehidupan.

Berbeda dengan falsafah Barat, yang berakar dari filsafat Yunani (Socrates dkk.), filsafat Jawa tidak mau bersusah payah untuk berusaha menemukan apa kiranya ‘unsur zat terkecil yang tidak bisa dibagi lagi yang membentuk suatu benda’. Bagi orang Jawa semua itu adalah urusan dan pekerjaan ‘Sing Ngecet Lombok’. Bukan tugas manusia memikirkannya.

Jika Plato setelah melalui pemikiran yang mendalam akhirnya memiliki keyakinan bahwa: terdapat kuda sempurna di alam kekal yang menjadi blue-print dari kuda-kuda yang ada dan kita lihat sekarang, maka bagi orang Jawa: yang penting adalah bagaimana merawat kuda dengan baik. Dan untuk menjadi seorang kusir dokar yang terampil kita memang tidak perlu tahu ‘apakah memang benar ada kuda sempurna di alam kekal’.

Filsafat Jawa berbicara tentang hal-hal yang sederhana, namun sangat mendasar dan mendalam. Orang Jawa tidak mau pusing-pusing memikirkan apakah bumi berbentuk bulat ataukah lonjong, tapi yang penting adalah bagaimana manusia menjaga keselarasan (harmoni) dengan alam semesta, dan terlebih lagi dengan sesamanya: ‘uripku aja nganti duwe mungsuh’.

Filsafat Jawa mengajarkan kehidupan yang sederhana, dan menginsyafi bahwa harta benda tidaklah memberikan kebahagiaan yang hakiki: ‘sugih durung karuan seneng, ora duwe durung karuan susah’. Meski demikian manusia harus bekerja: ‘urip kudu nyambut gawe’, dan mengetahui kedudukannya di dalam tatanan masyarakat.

Manusia Jawa percaya bahwa setiap orang memiliki tempatnya sendiri-sendiri: ‘pipi padha pipi, bokong padha bokong’. Kebijaksanaan kuno ini bahkan selaras dengan ilmu manajemen modern yang mengajarkan bahwa setiap individu harus memilih profesi yang cocok dengan karakternya. Setelah menemukan bidang profesi yang cocok, hendaknya kita fokus pada bidang tersebut, sebab jika kita tidak fokus akhirnya tak satupun pekerjaan yang terselesaikan: ‘Urip iku pindha wong njajan. Kabeh ora bisa dipangan. Miliha sing bisa kepangan.’

Berikut ini kutipan lengkap salah satu pitutur luhur yang sering disampaikan ki dalang dalam pertunjukan wayang kulit melalui tokoh Petruk:

NGELMU KYAI PETRUK

Kuncung ireng pancal putih
Swarga durung weruh
Neraka durung wanuh
Mung donya sing aku weruh
Uripku aja nganti duwe mungsuh.

Ribang bumi ribang nyawa
Ana beja ana cilaka
Ana urip ana mati.
Precil mijet wohing ranti
Seneng mesti susah
Susah mesti seneng
Aja seneng nek duwe
Aja susah nek ora duwe.

Senenge saklentheng susahe sarendheng
Susah jebule seneng
Seneng jebule susah
Sugih durung karuan seneng
Ora duwe durung karuan susah
Susah seneng ora bisa disawang
Bisane mung dirasakake dhewe.

Kapiran kapirun sapi ora nuntun
Urip aja mung nenuwun
Yen sapimu masuk angin tambanana
Jamune ulekan lombok, bawang
uyah lan kecap
Wetenge wedhakana parutan jahe
Urip kudu nyambut gawe

Pipi ngempong bokong
Iki dhapur sampurnaning wong
Yen ngelak ngombea
Yen ngelih mangana
Yen kesel ngasoa
Yen ngantuk turua.

Pipi padha pipi
Bokong padha bokong
Pipi dudu bokong.
Onde-onde jemblem bakwan
Urip iku pindha wong njajan
Kabeh ora bisa dipangan
Miliha sing bisa kepangan
Mula elinga dhandhanggulane jajan:

Pipis kopyor sanggupira lunga ngaji
Le ngaji nyang be jadah
Gedang goreng iku rewange
Kepethuk si alu-alu
Nunggang dangglem nyengkelit lopis
Utusane tuwan jenang
Arso mbedhah ing mendhut
Rame nggennya bandayudha
Silih ungkih tan ana ngalah sawiji
Patinira kecucuran

Ki Daruna Ni Daruni
Wis ya, aku bali menyang Giri
Aku iki Kyai Petruk ratuning Merapi
Lho ratu kok kadi pak tani?

Sumber: buku Air Kata-Kata, karangan Sindhunata, Galang Press, 2003, Yogyakarta, hal. 110

Sedekah...nanti sajalah....

Sahabat, ingat KUBURAN ? ah ngeriii…., bukan…. itu lho yang punya lagu “ lupa-lupa ingat “ Lagu sederhana dengan sedikit keanehan ini mengingatkan kita pada sebuah kisah yang menceritakan tentang sifat manusia yang cepat sekali lupa dengan janji-janjinya.

Alkisah ada seorang saudagar yang tengah berlayar di tengah laut bersama dengan para pengawalnya. Kapalnya memuat barang-barang dagangan yang baru saja dibeli si saudagar dari Negara lain. Tiba-tiba langit menjadi gelap-gulita disusul dengan hujan deras dan suaru petir yang menggelegar bersahut-sahutan.

Sang saudagar ketakutan, berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan. ”Ya tuhan, tolong selamatkan hambamu yang tidak berdosa ini. Ambillah seluruh kekayaan saya asal jangan engkau ambil nyawaku.” kata saudagar kaya itu dengan sungguh-sungguh.

Tiba-tiba badai mereda dan kapalpun selamat, saudagar tersebut lalu bersujud memanjatkan doa kepada Tuhan. “ Tuhan. Kalau nanti saya selamat, akan saya sumbangkan separuh dari kekayaan saya untuk orang miskin,” janjinya.

Keajaiban pun terjadi, langit tiba-tiba terang dan hujan pun berhenti. Kali ini sang saudagar dengan tersenyum mengucapakan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.” Tuhan.engkau sungguh maha pengasih dan maha mendengar. Terima kasih engkau masih memberi kesempatan kepada saya, dan mohon maaf banget ya Tuhan, jika saya belum bisa membagikan harta saya kepada orang lain, karena saya masih membutuhkannya untuk mengembangkan usaha saya,” pinta saudagar itu kepada Tuhan.

Sahabat, betapa seringkali kita ingat kepada Allah ketika musibah dan badai kehidupan menerpa kita, akan tetapi betapa begitu mudahnya kita melupakan Allah SWT manakala musibah dan badai kehidupan itu telah meninggalkan kita.
“Lupa, lupa lupa lupa… lupa sedekahnya”
“Ingat, ingat ingat ingat… hanya ingat hartanya.”

Sahabat jangan pernah melupakan komitmen bersedekah walau hanya dengan yang tersisa ditangan kita bersama Rumah Yatim Indonesia. http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Silahkan ini bonus POSTER MOTIVASI , langsung Download saja disini : http://www.ziddu.com/download/13489107/POSTER1copycopy.jpg.html

Rekening Rumah Yatim Indonesia
Bank BCA :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah
Bank MANDIRI :
156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah
Bank MUAMALAT :
305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah
SYARIAH MANDIRI :
0697060425 atas nama Muhammad Aly (Ust.Aly/Pimpinan)
Bank BNI :
0184300117 atas nama Muhammad Aly
Bank BRI :
1169-01-001027-50-5 atas nama Muhammad Aly
Bagi Anda yang ingin konfirmasi silahkan SMS ke 081313999801 atau 087885554556 ( Ust.Aly )

Ingin Budidaya Jamur?

Apakah Anda ingin budidaya jamur? Ada banyak alasan untuk melakukannya. Jamur adalah tanaman special yang baik, jamur sangat mudah untuk tumbuh dan penuh dengan protein, vitamin B dan mineral. Mereka bahkan memiliki kandungan obat yang bagus untuk tubuh. Waktu antara awal pemeliharaan dan pemanenan cukup singkat, hanya tiga minggu dan dalam jumlah tertentu bisa melakukan pemanenan setiap hari. Selanjutnya, setelah masa penanaman sudah selesai, Anda dapat masih menggunakan media yang sudah tidak terpakai sebagai pupuk tanah. Dalam blog ini memberikan informasi secara rinci tentang budidaya jamur tiram. Meskipun banyak jenis jamur dapat tumbuh, kita telah memilih jenis jamur yang dapat dengan mudah dibudidayakan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dengan menggunakan teknologi yang tepat guna.

Ketika memilih untuk budidaya jamur, Anda harus menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 
  1. Manakah dari jenis jamur yang ingin Anda budidayakan? Periksa pasar dan rentang suhu untuk berbuah, sesuaikan dengan kondisi lingkungan Anda. 
  2. Dapatkah Anda memperoleh benih/bibit jamur dari spesies yang ingin anda budidayakan? Dalam blog ini telah diberikan petunjuk kepada Anda bagaimana untuk memproduksi sendiri benih jamur tiram. Jika Anda tidak dapat memperoleh atau menghasilkan bibit maka tidak akan mungkin untuk melakukan budidaya jamur. Sebagai langah awal sebaiknya mencari bibit dari produsen bibit yang baik dan sudah terkenal kualitasnya.
  3. Apa jenis media tanam yang akan Anda butuhkan untuk dapat melakukan budidaya jamur yang anda inginkan? 
  4. Bagaimana seharusnya Anda memperlakukan media tanam? Ini mempengaruhi investasi yang harus Anda buat. Rinciannya dapat ditemukan dalam artikel-artikel yang telah ada di blog ini yang membahas spesies tertentu dari jamur yaitu jamur tiram. Untuk memahami tumbuh jamur dan sifat jamur, diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar biologi tanaman.
Selamat memilih dan menentukan jenis jamur apa yang ingin anda budidayakan.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger