Headlines News :

Latest Post

Rujak Soto, Paduan Unik Khas Banyuwangi



Festival Rujak Soto, pesta kuliner yang menyajikan makanan unik  khas kabupaten "The Sunrise Of Java" ini menjadi rangkaian acara Festival Banyuwangi 2014.

Bertempat di Alun-alun Taman Blambangan, acara diikuti sekitar 200 peserta yang berderet di sepanjang jalan berlomba menjajakan rujak soto.

Rujak Soto sendiri merupakan paduan unik antara rujak cingur dengan soto daging khas Banyuwangi. Cara pembuatannya cukup mudah, berikut video lengkapnya.

Video selengkapnya bisa dilihat disini

Rambut Anda Rapuh ? Brokoli Saja...!

Rambut anda rapuh ? Brokoli saja...!

Apa maksudnya...?

Ya...mengapa tidak memperbanyak makan brokoli untuk mengatasi rambut yang rapuh? 

Brokoli adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.

Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin.

Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan cara dikukus. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit. Brokoli mengandung vitamin A, C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker

Brokoli banyak kandungan vitamin A dan C yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sebum. Zat minyak yang dikeluarkan melalui folikel rambut itu adalah pelembab alami rambut. "Brokoli juga kaya zat besi dan kalsium untuk memperkuat rambut", ujar pakar diet dari Los Angeles, Andrea Giancoli, MPH, RD.

Cara Menumbuhkan Jamur Dari Belakang Baglog

Untuk menumbuhkan bibit jamur di bagian belakang baglog, gunting mulut plastik baglog membentuk lubang. Bisa sebesar baglog atau hanya dibuat lubang dengan diameter 3 sampai 5 centimeter. Dengan perlakuan tersebut, calon tubuh buah bisa leluasa tumbuh tanpa terhalang plastik. Selain itu, basidispora yang jatuh dari jamur ke permukaan baglog akan berkecambah membentuk miselium monokariotik alias miselium berinti satu. Miselium itu terus tumbuh hingga membentuk jaringan hifa mirip benang. Hifa itu akan menyatu dengan hifa lain yang kompatible membentuk hifa dikariotik. Pada kondisi lingkungan yang cocok, akan terbentuk tubuh buah.

Selamat mencoba...

Cilok Goreng Isi Mak Nyusss

Seperti halnya Cilok pada umumnya yang dimasak dengan direbus atau dikukus, cara pembuatan cilok goreng bisa dikatakan hampir sama. Untuk bahan-bahan untuk mebuat cilok goreng bisa dilihat di artikel sebelumnya Cilok Jamur Keju Sambal Bangkok.

Hanya dalam bahan tersebut ditambahkan dengan 1 butir telur supaya hasilnya lebih empuk dan mak nyusss...

Disamping itu, resep kali ini dalam hal penyajiannya disajikan dengan sambal kacang.

Bahan-bahan Sambal kacang:
  • 150 gr kacang tanah, goreng
  • 8 buah cabai merah
  • 2 sendok makan gula merah 
  • 2 siung bawang putih 
  • 2 sendok makan larutan air asam jawa
  • 100 ml air
  • Garam secukupnya 
  • 3 sendok makan minyak goreng untuk menumis
Cara memasaknya:
  • Campur tepung terigu dan tepung sagu, tambahkan bumbu bubuk dan aduk-aduk hingga rata.
  • Pecahkan telur, masukkan ke dalam tengah adonan campuran tepung, uleni dengan air panas yang dituang sedikit demi sedikit hingga kalis. 
  • Ambil satu sendok teh adonan, isi dengan keju dan jamur tiram cincang, bentuk bulatan, goreng dalam minyak panas hingga matang. Angkat dan tiriskan. 
  • Sambal kacang: Haluskan kacang tanah beserta bahan dan bumbu lainnya, tumis dengan sedikit minyak, tuang air, tambahkan garam secukupnya. Masak hingga matang. 
  • Sajikan cilok goreng dengan sambal kacang.

Siapa Takut? Ketika Tuhan Tidak Lagi Ditakuti……

Tulisan ini bermula dari pengamatan iseng saya terhadap fenomena iklan di media elektronik yang muncul beberapa waktu yang lalu. Melalui media iklan yang ditayangkn di televisi,kita mungkin akan tersenyum getir melihat betapa Tuhan memberikan gambaran yang begitu jelas terhadap kondisi sosial saat ini. Seolah Tuhan menyindir kita melalui bentuk-bentuk iklan bahwa begitulah kita saat ini.

Misalnya, iklan sebuah merek sepeda motor dan TV. Iklan tersebut dengan begitu mudahnya memojokkan produksi pesaingnya. Bintang iklannya pun demikian mudah beralih dari satu produk ke produk yang lain dalam satu produksi yang sejenis. Setting iklan tersebut, bintang iklannya, jargon-jargon ikloannya,semua dibuat hampir mirip. Terasa jelas “sangat tidak kreatifnya” si pembuat iklan dan terkesan ada pemanfaatan image yang sudah terbangun dari sebuah produk yang sudah lebih lama ada.

Saya bukanlah ahli periklanan, meskipun sah-sah saja membuat iklan yang demikian, tapi menurut saya melihat ada “sindiran” yang begitu halus dari Tuhan untuk kita semua. Kondisi masyarakat kita dengan begitu jelas dipertontonkan oleh Yang Maha Kuasa melalui iklan-iklan itu. Karena secara tidak langsung iklan itu telah menggambarkan inkonsistensi semua lapisan masyarakat. Betapa masyarakat kita dengan begitu mudahnya melakukan proses pemojokan terhadap satu bagian masyarakat yang lain dan menuai manfaat atas mereka. Masyarakat kita juga tidak mau lagi berpikir untuk membangun sesuatu dengan sebuah rencana dan perjuangan yang teratur. Maunya serba instan, serba cepat dan ingin sekejap berada di barisan terdepan.

Kembali pada judul tulisan ini “Siapa Takut?” saya semakin terheran-heran. Beberapa waktu yang lalu, kita diramaikan dengan jargon iklan salah satu sampo “siapa takut”. Saya yakin, rumah produksi yang membuat iklan itu tidak sengaja, bahkan mungkin tidak tahu, bahwa visualisasinya bisa dengan sangat pas menggambarkan kehidupan masyarakat saat ini. Bagi saya, iklan itu benar-benar mengena, menyindir dengan telak.

Sebenarnya kita tidak takut lagi pada penguasa kita, Tuhan Semesta Alam. Kita dengan mudahnya dan dengan sangat gampangnya meninggalkan shalat, kita terus menerus mempertontonkan perilaku hedonis, materialis, arogan dan destruktif. Kita terbiasa dipertontonkan kebohongan-kebohongan bahkan dengan keterusterangan. Kita juga tidak takut lagi memakan hak orang lain, berbisnis dengan sangat liar, tipu daya, mark-up, kolusi dan korupsi seolah menjadi kewajiban bagi siapa saja yang hendak berbisnis. Seakan kita tidak akan mati, seakan kita akan hidup selamanya.

“Siapa takut” yang menjadi slogan iklan sebuah produk sampo, tiba-tiba terasa menjadi sebuah sindiran tajam dari Tuhan, betapa manusia sekarang saja kehilangan rasa hormat dan rasa terima kasih, tetapi juga sudah kehilangan rasa takut terhadap Tuhan. Tuhan dianggap tidak ada sehingga merasa tidak ada yang mengawasi. Dan Tuhan dianggap sudah mati sehingga tidak ada lagi yang akan memberikan pembalasan.

Mungkin di antara anda ada lagi yang mau “bermain-main” dengan iklan-iklan lain, lalu mulai mengomparasikannya dengan kenyataan hidup. Misalnya, terhadap iklan-iklan yang menampilkan keseronokan wanita atau yang lainnya. Siapa tahu, anda bisa menambah deretan contoh yang tak termuat di tulisan ini.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger