Headlines News :

Latest Post

4 Ciri Karyawan Bermental Wirausaha

KOMPAS.com - Menjadi seorang wirausaha bukan berarti Anda harus selalu keluar dari pekerjaan dan memulai bisnis Anda sendiri. "Kategori seorang wirausaha tidak harus selalu seperti itu," ungkap psikolog Tika Bisono kepada Kompas Female, dalam acara SWOMA (Sekar Womenpreneurship Awards) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2011) lalu.

Meski secara harafiah, wirausaha adalah orang yang memulai bisnisnya sendiri sehingga ia sendiri menjadi bosnya, namun wirausaha juga memiliki arti yang lebih luas. Menurut Tika, dalam artian luas wirausaha lebih cenderung mengacu pada mental atau sifat seseorang untuk berusaha. Maka sebenarnya semua orang pun bisa disebut wirausaha meskipun ia tak memiliki atau belum memiliki usahanya sendiri.

Bahkan semua karyawan kantor juga bisa disebut sebagai seorang wirausaha, asalkan ia memiliki sifat atau mental sebagai wirausaha, yang diaplikasikan ke dalam kegiatan pekerjaannya

1. Bersikap hemat
Dengan bersikap hemat, Anda sudah memiliki sifat-sifat seorang wirausaha sejati. Sifat hemat dalam diri seorang wirausaha bisa membuat banyak perubahan dalam strategi bisnis dan menekan pengeluaran berlebihan. "Ketika membuat rencana keuangan di kantor, biasakan untuk menghemat pengeluaran tersebut agar rencana keuangan kantor tidak terganggu," tukasnya.

2. Inovatif
Kreatif dan inovatif merupakan salah satu syarat penting yang dimiliki seorang wirausaha. Dalam dunia kantoran, inisiatif, inovasi, dan kreativitas juga sangat dibutuhkan untuk memajukan perusahaan tempat Anda bekerja. "Misalnya suatu saat Anda memiliki ide untuk mempromosikan produk. Meski bukan bagian dari tugas Anda, tapi tak ada salahnya untuk menyumbang ide yang bagus. Siapa tahu bermanfaat untuk memajukan perusahaan," beber Tika.
Berjiwa kreatif dan inovatif dalam pekerjaan tidak hanya berguna untuk memupuk jiwa wirausaha dalam diri saja, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir jernih dan mencari celah usaha dan memanfaatkannya dengan positif. "Bisa juga nantinya berguna untuk naik jabatan, karena inovasi Anda," tukasnya.

3. Berjiwa besar
Setiap hal yang dilakukan tak jarang akan berakibat pada kegagalan. Namun jika Anda memiliki jiwa wirausaha, seharusnya hal ini tidak akan membuat Anda merasa kalah. Justru, semangat Anda terpacu untuk maju dan berusaha lebih baik lagi. "Ketika ide Anda ditolak, atau misalnya ada karyawan baru yang dinilai lebih aktif, maka Anda harus berjiwa besar dan justru menjadi semangat Anda untuk maju," tambahnya.

4. Disiplin
Setiap pekerjaan pasti menuntut kedisiplinan yang tinggi. Kemampuan disiplin diri yang tinggi akan membuat Anda sukses dalam setiap pekerjaan yang Anda lakukan. "Dalam hal disiplin diri, perempuan lebih unggul dibanding pria," tegas Tika.

Sumber: Kompas Female

Tentang Pay Per Lead

Ternyata ada banyak jenis internet marketing dari yang namanya PPC (Pay Per Click), program-program affiliasi dan lain sebagainya. Sebagai Newbie atau tergolong baru dalam hal internet marketing, saya baru tahu bahwa ada lagi yang namanya PPL (Pay Per Lead). Setelah cari-cari informasi mengenai PPL ini, ternyata cukup menarik juga untuk dijalani dan dicoba. Kalau menurut para master dalam dunia internet marketing, Pay Per Lead saat ini merupakan bisnis online yang paling mudah dijalani. Apa bener...???

Bisnis Internet Pay Per Lead atau disingkat PPL adalah suatu bisnis dimana Anda dapat komisi ketika anda berhasil membantu seseorang bisnis owner mendatangkan prospek (calon pembeli) atau LEAD bagi mereka. Mendatangkan dalam hal ini bisa berarti mendaftar dengan data yang valid, termasuk misalnya pendaftar dengan alamat email atau telepon yang bisa dihubungi. Jadi walaupun yang datang adalah baru calon (belum membeli), Anda sudah berhak atas komisi.

Contohnya saja adalah ketika Anda mengundang seseorang untuk diajak bicara bisnis, Anda dan dia ngobrol di Cafe. Mungkin Anda akan membelikan orang itu kopi, walapun orang tersebut belum tentu jadi transaksi dengan Anda. Anda bisa dan boleh saja menugaskan seseorang untuk mencari prospek tersebut bukan? Dan tentu jerih payah orang yang anda tugaskan tersebut berhak untuk mendapatkan kompensasi. Itulah ilustrasi mengapa Anda bisa dapat uang dari bisnis berjenis PPL (Pay Per Lead) ini.

Salah satu bisnis PPL Indonesia yang sudah banyak terbukti pembayarannya dan banyak diikuti adalah bisniscafe.com. Dimana bisniscafe.com dikelola oleh Lutvi Avandi (seorang kaliber dalam dunia internet marketing Indonesia) cukup disukai karena ada banyak kelebihan-kelebihan yang didapat, terutama disini para member bisa membuat web affiliasi sendiri.

Besarkah hasil yang mungkin didapat dari bisnis Pay Per Lead cafebisnis.com? Saya mau buktikan dulu bagaimana hasilnya...dan kita coba bahas lain waktu kalau sudah ketahuan hasilnya ya...

Atau anda mau membuktikan sendiri di cafebisnis.com, silahkan klik disini gratis...

Jamur Tiram Mengantarkan FK UB Raih Medali Emas

Ajang pekan ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas) 2011 memang sudah lama berlalu. Namun karya-karya besar yang dilahirkan mahasiswa dalam ajang ini masih menjadi buah bibir. Salah satunya adalah karya mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) Malang yang meraih Medali Emas, yaitu yang berjudul "Stempowering (Stem Cell Empowering) : Inovasi Pengembangan Terapi Auto-Regenerasi Pankreas Berbasis Mobilisasi Hematopoietic Stem Cell pada Mencit Model DM Menggunakan Ekstrak Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus)".

Banyak harapan agar temuan ini diaplikasikan dalam bentuk produk sehingga bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
”Ini memang baru penemuan awal, butuh tiga sampai empat langkah lagi untuk bisa mengaplikasikannya sebagai produk obat,” ungkap salah satu anggota tim peneliti, Al-Farabi.

Penelitian ini dilakukan lima mahasiswa program kedokteran di antaranya Al-Farabi, Ikrimah, Nugraha, Zukhri, Alkarimah, dan Permatasari. Dari hasil uji coba mereka ternyata jamur tiram yang diekstraksi bisa membantu mengatasi kerusakan organ tubuh yang memicu penyakit diabetes. Hanya saja tentu jamur tiram ini perlu diolah dengan skala laboratorium.

”Belum ada temuan apakah dengan mengkonsumsi begitu saja tanpa diolah fungsinya akan sama dengan yang sudah mendapat perlakuan lab,” kata mereka.
Penelitian yang mendapatkan penghargaan setara emas itu awalnya dibuat karena diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius di abad 21. Dari data yang mereka himpun jumlah penderita DM usia 20-79 tahun di dunia berkisar 150 juta pada tahun 2003 dan diestimasi akan meningkat menjadi 333 juta pada tahun 2023, dimana 90-95 persen penderita DM menderita DM tipe II. Penderita diabetes akan mengalami perubahan morfologi pada sel β, baik dalam ukuran maupun jumlahnya.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur yang memiliki kandungan beta glucan yang tinggi. Pemberian beta glucan pada mencit terbukti meningkatkan G-CSF. G-CSF merupakan stimulan dalam pelepasan hematopoietic stem cell. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jamur tiram mampu menjadi modalitas penatalaksanaan DM dengan regenerasi sel islet pancreas dan mobilisasi hematopoietic stem cell.

Sumber: Malang Post

Selamat Hari Raya Idul Adha...

Hari ini kita merefleksikan diri bahwa bukan sombong pakaian kita...

Jd ingat lagu nasyid " Belajar Dari Ibrahim..."

Album : Neo Sholawat
Munsyid : Snada
http://liriknasyid.com/

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba

Reff:
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
2x
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah

Malu pada Bapak para Anbiya
Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara

Idul Adha dan PPMI’98 Mushroom Center

Idul Adha dan PPMI’98 Mushroom Center
Penulis: Eko Widhananto

Inti qurban adalah pada nilai pengorbanannya, keikhlasan dan ketulusannya, perhatian dan kepedulian, empati dan solidaritas seseorang. Dan ini tercermin dalam konsep mudhahhi (pengkurban)-mustahiq (penerima kurban). Oleh karena itu para Sahabat ra saling berlomba-lomba, untuk memilih jenis hewan qurban terbaik dan termahal seperti onta, dari jenis binatang yang sehat dan gemuk. Ibnu 'Umar ra meriwayatkan: "Umar bin Khathab pernah memberikan uang sebanyak 350 dinar untuk membeli hewan qurbannya, dan menyuruh untuk dibagi pada kaum miskin yang kelaparan"

Di Purwakarta, barang kali Domba Garut masih menjadi primadona bagi pengkurban dalam memilih jenis hewan yang dianggap terbaik karena keunggulannya dibanding jenis domba yang lain. Selain penampilan fisik, bobot bersih daging domba terbilang tinggi. Rasa daging domba pun lebih lezat ketimbang kambing.

Namun juga ada dua pesan mendasar dari sejarah kepatuhan Ibrahim dan digantinya Ismail dengan seekor kambing. Pertama, hati Ibrahim menjadi dekat kepada Allah karena nafsunya telah dibunuh. Kedua, dengan kaum fakir miskin dihubungkan dengan mencintai dalam wujud berbagi kasih sayang dengan sesama manusia. Adapun daging itu sebenarnya hanya makna simbolis. Makna substansialnya adalah terwujudnya perubahan yang lebih besar pada diri pribadi dan masyarakat sekitar.

Dengan makna tersebut di atas, esensi atau nilai ibadah kurban bukan terletak pada besar kecilnya atau sedikit banyaknya hewan kurban yang disembelih, melainkan yang terpenting adalah bagaimana tingkat ketakwaan seseorang ketika melaksanakan ibadah kurban. "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS al-Hajj: 37).

Artinya, semangat berlomba-lomba untuk memilih hewan yang terbaik sebagai persembahan terhadap Allah, yang karena Dia Maha Kaya maka diperintahkan-Nya bagi pengkurban untuk membagikan hewan persembahan tersebut kepada kaum miskin yang kelaparan, haruslah dengan memperhatikan kemampuan daya beli diri pribadi. Jika memaksakan diri dengan semangat “malu” jika berkorban dengan domba kecil sesuai puncak kemampuannya membeli hewan korban, maka itu tanda telah jatuh ke dalam riya’.

Syi'ar qurban bukan ajang pamer kekayaan dan kemewahan, melainkan kebanggaan dan keunggulan beribadah yang ditujukan hanya untuk Allah Yang Maha Kaya, sebagaimana bunyi do'a "wa'r-zuqnâ wa anta khayru'r-râziqîn, "Ya Allah, beri kami rezeki, sebab Engkau adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki." (Q.S. Al-Ma'idah [5]:114).

Kisah inspiratif tentang persembahan terhadap Allah adalah kisah Habil dan Qobil. Pada satu hari Nabi Adam mendapat perintah dari Allah agar dijodohkan anak-anaknya secara bersilang, yaitu Qabil dikawinkan dengan kembar Habil dan Habil dikawinkan dengan kembar Qabil. Qabil tidak menerima perintah dan syariat Allah itu karena kembar Habil tidaklah secantik kembarnya.

Kemudian Allah memerintahkan agar kedua anak lelaki Nabi Adam melakukan kurban. Siapa yang kurbannya diterima akan dijodohkan dengan anak yang cantik (saudari kembar Qabil) itu. Habil memberikan kambing biri-birinya yang terbaik, mempersembahkan yang terbaik dari dirinya untuk Allah SWT. Qabil pula hanya mempersembahkan qurban yang terburuk untuk Allah SWT. Maka Allah tidak menerima qurban Qabil, Allah menerima qurban Habil. Turunlah api dari langit menyambar dan menelan kurban Habil. (Pada masa itu tanda zakat atau korban diterima ialah ia akan terbakar apabila diletakkan di padang).

Al-Maidah [27] Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, yaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada Allah). Lalu diterima korban salah seorang di antaranya (Habil) dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil). Berkata (Qabil): Sesungguhnya aku akan membunuhmu!. (Habil) menjawab: Bahwasanya Allah menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.

Adalah ironis jika hari ini masih banyak umat Islam yang rajin ke masjid, tapi tetap maksiat. Pergi ke Makkah (naik haji), sementara setelah kembali ke negerinya mereka kembali berani berbuat dosa tanpa merasa takut sedikit pun. Tidak ada realitas perubahan yang bisa dilakukannya kecuali hanya sekadar menunaikan kewajiban atau sekadar untuk prestise saja. Di samping itu, jika kita tidak ada semangat berkurban dan mencintai, lebih-lebih kepada rakyat dan masyarakat, bangsa ini lambat laun akan hancur.

Harus diingat, kehancuran suatu bangsa itu dimulai ketika para elite dan masyarakatnya berbuat fasik, zalim, maksiat, dan tidak mengindahkan hukum. Oleh karena itu, kehancuran adalah suatu keniscayaan untuk terjadi. Semua realitas ini adalah disebabkan tujuan menghambakan diri' kepada Allah menjadi salah dipahami.

Di tengah kondisi masyarakat seperti sekarang ini, tentu saja kita rindu terhadap figur suri teladan yang melekat pada diri Rasulullah SAW. Beliau adalah figur yang sangat peka terhadap penderitaan orang lain. Sikap seperti inilah yang tentu saja sangat dibutuhkan pada kondisi kini. Melalui ibadah kurban inilah diharapkan kepedulian kita untuk melaksanakan perintah Allah sebaik-baiknya akan tumbuh berkembang dengan optimal.

Dan belajar untuk peka terhadap penderitaan orang lain itulah yang mendasari dijalankannya PPMI’98 Mushroom Center, yang kini mengembangkan bisnis kuliner berupa olahan Jamur Tiram, yaitu berupa Nuggets Jamur Tiram. Sama sekali tidak berupa MLM, namun sebuah perwujudan kehendak untuk memberi wacana dan solusi bagi anggotanya khususnya dan bagi masyarakat luas umumnya untuk memiliki lahan usaha lain sebagai alternatif menambah penghasilan keluarga. Mudah-mudahan pengembangan bisnis dengan basis beribadah kepada Allah ini mendapatkan ridho dari Dia yang Maha Kaya agar PPMI’98 Mushroom Center semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Aamiin.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu

Eko Widhananto
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger