Headlines News :

Latest Post

Perawatan Baglog Jamur Tiram

Saat pemindahan baglog jamur tiram putih dari ruang inkubasi , prosentase panjang miselium setiap baglog berbeda-beda. Untuk memudahkan perawatan, bagilah baglog tersebut berdasarkan jumlah mayoritas miselium yang diletakkan pada rak - rak dalam rumah jamur.

Berikut langkah-langkah perawatannya :

1. Pisahkan dan taruh baglog pada rak sesuai dengan prosentase miselium terbanyak.

2. Pada saat miselium mencapai 90 - 100% buka tutup baglog dan lakukan raising atau penurunan suhu pertama kali

3. Usahakan rumah jamur harus dalam kondisi kelembaban yang optimal yaitu kelembaban 85 - 90%

4. Siram baglog yang dalam kondisi penumbuhan tubuh buah pada pagi dan sore hari.

5. Untuk baglog yang masih memerlukan masa inkubasi pertumbuhan miselium, tidak perlu dilakukan penyiraman.

6. Lakukan pemanenan setelah 4 hari pertumbuhan tubuh buah.

Dengan cara-cara diatas, mudah-mudahan didapatkan hasil panen yang maksimal. Amin....

Perawatan dalam masa produksi menentukan hasil panen

Dalam perawatan baglog pada masa produksi yang perlu diperhatikan dengan baik adalah :

• Sirkulasi udara
• Pencahayaan (jamur tidak butuh cahaya yang banyak) tetapi kumbung juga tidak terlalu gelap
• Kelembaban. Untuk pertumbuhan jamur yang baik kelembaban adalah sekitar 85%.
• Bersih dari kontaminasi asap dan C02.
• Menjaga selalu kebersihan kumbung
• Pengawasan terhadap hama

Kejadian yang sering terjadi adalah sebagai berikut :

I. Baglog berhasil menumbuhkan miselium, tetapi tidak langsung memproduksi jamur, jika ya, hanya sedikit dan lambat.

Penyebab 1 : Kondisi pertumbuhan tubuh buah kurang baik dalam kumbung. Atasi dengan memeriksa temperatur dan kelembaban serta sirkulasi oksigen dalam kumbung. Buka atau tutup pintu/jendela kumbung dan atur hingga kondisinya sesuai.
Penyebab 2 : adanya kontaminasi bakteri, ulat, semacam lintah, atau hama. Atasi dengan memeriksa kebersihan dan higinitas baglog dan kumbung. Atur kondisi kelembaban, sirkulasi udara, penerangan, dan ventilasi. Periksa dengan benar kebersihan dan baglog yang terkontaminasi. Segera buang jika terdapat log kontaminasi .
Penyebab 3 : kemungkinan terdapat kontaminasi udara, asap, racun (dari obat-obatan sayuran misalnya), gas chlorine. Atasi segera dengan memindahkan asap, racun tersebut. Buatkan blower berupa exhaust fan dalam kumbung untuk mengeluarkan gas tersebut.

II. Jamur berhasil terbentuk (dengan adanya pin head) tetapi pembentukan tubuh buah terlalu lama. Bahkan tudung jamur gagal terbentuk (terlalu kecil)

Penyebab 1 : kemungkinan kurangnya cahaya (kondisi terlalu gelap tanpa cahaya sama sekali). Atasi dengan mengatur penambahan cahaya dengan jumlah yang tepat (kondisi tidak terlalu gelap). Yang penting jamur tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Penyebab 2 : kemungkinan terlalu banyak karbondioksida. Pada saat produksi jamur, log mengeluarkan semacam gas yang mengandung karbondioksida. Karena pertumbuhan tubuh buah memerlukan oksigen (kondisi aerob), atur pergantian udara dalam kumbung dengan membuka atau menutup pintu dan jendela kumbung.
Penyebab 3 : waktu inkubasi yang terlalu lama. Sebaiknya pada saat miselium mencapai panjang 85 – 90% baglog, tutup baglog sudah mulai dibuka. Adakalanya jika menunggu 100%, pertumbuhan tubuh buah malah akan terlambat.

Beberapa tips tadi semoga berguna bagi para pelaku pebudidaya jamur tiram. Memang masih banyak lagi tips yang mampu menambah hasil panen yaitu dengan menambahkan zat-zat nutrisi untuk pertumbuhan. Namun intinya untuk memperoleh hasil yang optimal, memang diperlukan perawatan yang baik.

Secara sederhana adalah kita merasa nyaman bila berada dalam kumbung, meskipun jamur memerlukan kelembaban yang tinggi. Oleh karena itu, dari segi sirkulasi harus cukup. Selama kita merasa nyaman untuk bernafas, maka jamur dalam lingkungan yang baik untuk tumbuh.

ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

White Oyster Mushroom Growing Plugs ~ Grow your own mushrooms for years!Banyak sekali peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan. Dari sekian banyak itu, kenapa saya memilih Budidaya Jamur Tiram? Selain karena senang dengan agrobisnis, hasilnya juga saya rasa cukup lumayan untuk tambahan penghasilan. Berikut ini adalah analisa kelayakan usaha budidaya jamur tiram yang saya buat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha budidaya jamur tiram. Dan entah mengapa jarang orang yang melirik peluang usaha agrobisnis. Jangankan yang berlatar belakang pendidikan mesin seperti saya, lha yang latar belakang pendidikannya pertanian saja jarang kok….hehehehe Apa mungkin karena nggak keren atau kurang gaul kali ya…padahal menurut hemat saya, dengan budaya dan kultur di Indonesia justru sangat cocok untuk usaha agrobisnis.

Langsung saja ke pokok utamanya tentang kelayakan usaha jamur tiram.
Beberapa pertimbangannya adalah sebagai berikut :
1. Daya serap pasar masih sangat tinggi dan semakin meningkat (setelah kami memulai budidaya jamur tiram mulai bulan Januri 2010 dengan produksi perhari rata-rata 20 kg, semuanya bisa diserap oleh pasar di Purwakarta-Jawa Barat. Yang jelas konsumen atau lebih tepatnya agen kami masih kekurangan stok sebesar 50 kg/harinya, kami belum berani untuk mencari konsumen lain karena produksi yang masih terbatas. Dengan asumsi tersebut, kami perkirakan kebutuhan jamur tiram di Purwakarta sekitar 300 kg/hari dan baru terpenuhi sekitar 50%-nya).
2. Merupakan konsumsi masyarakat sehingga kebutuhannya akan terus menerus karena habis dimakan.
3. Bahan bakunya mudah diperoleh dan murah.
4. Tidak memerlukan lahan yang luas untuk skala kecil/rumahtangga. Untuk budidaya 5000 baglog cukup dengan lahan 5 x 8 meter persegi.
5. Masyarakat semakin sadarpentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan
6. Jamur bisa dipanen setiap hari dan tidak mengenal musim
7. Sebagai alternatif pengganti daging yang semakin mahal
8. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
9. Sisa baglog yang sudah habis masa panennya bisa digunakan sebagai pupuk kompos untuk pupuk kolam ikan, pupuk tanaman, campuran pakan ternak, dll.

Proyeksi pengembangan usaha :
Budidaya jamur termasuk usaha kecil menengah tapi justru inilah yang menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Disamping itu, produk jamur tiram ada berbagai macam sub-usaha dan turunannya, misalnya :
1. Produksi bibit jamur
2. Produksi jamur tiram segar
3. Produk-produk olahan : krupuk jamur, kripik jamur, abon jamur,sate jamur, dll
4. Kompos dan pakan terak dari sisa baglog produksi
5. Tempat wisata seperti Taman buah di Mekar Sari.....hehehe

Berikut adalah ilustrasi perhitungan biaya untuk budidaya jamur tiram :
Diasumsikan budidaya sebanyak 5000 baglog
Biaya pembuatan kumbung = Rp. 3.000.000,- (bisa dipakai untuk 6 musim atau 2 tahun)
                                          = Rp. 500.000,- per musim tanam
Pembelian 5000 baglog      = Rp. 8.000.000,- (@ Rp. 1.600,-)
Upah pegawai 4 bulan        = Rp. 1.200.000,-
TOTAL INVESTASI        = Rp. 9.700.000,- permusim

Prosentase kegagalan dari 5000 baglog sebesar 10% = 500 baglog, ini adalah kegagalan maksimal karena biasanya penjual bibit amur tiram yang terpercaya akan mengganti baglog dengan yang baru bila terjadi kegagalan baglog diatas 10%.
1 baglog dengan berat 1.4 kg bisa menghasilkan jamur 0.42 – 0.56 kg, lebih jelas klik disini
Kita ambil yang terendah, yaitu 0.42 kg jamur tiram segar per baglog supaya tidak berekspektasi terlalu tinggi dan timbul kekecewaan nantinya.
Produksi jamur                 = 4.500 x 0.42 = 1890 kg
Harga jamur per kg          = Rp. 6.500,- untuk daerah Purwakarta ditingkat petani
Total omset                      = 1890 x Rp. 6.500 = Rp. 12.967.500,-

Keuntungan permusim = Rp. 12.967.500 - Rp. 9.700.000 = Rp. 2.585.000,-
atau = Rp. 646.000,- ~ 26.6% permusim ~ 79.8% pertahun, dengan asumsi yang dipakai adalah hasil panen terendah dan kita tidak terlalu banyak mengeluarkan waktu dan tenaga karena pemeliharaan maupun pemasaran sudah dikerjakan orang lain.

Kalau ingin hasil yang lebih besar dan memuaskan, tentunya harus sedikit kerja keras lagi untuk berusaha memotong jalur pemasaran langsung ke pasar atau swalayan atau bahkan bisa langsung ke konsumen tanpa melalui agen lagi. Tentunya akan memperoleh harga yang jauh lebih tinggi, mungkin bisa mencapai Rp. 8.000,- atau bahkan bisa diatas Rp. 10.000,-. Silahkan dihitung sendiri….hehehehe

Layak atau tidak usaha ini? Anda sendiri yang menentukan….

Budidaya Jamur Tiram. Beli Baglog Saja Lebih Menguntungkan.

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang ingin berbisnis jamur tiram. Permintaan yang terus meningkat menyebabkan prospek usaha ini semakin baik. Permintaan dari pasar tradisional saja sudah menunjukkan peningkatan dari sejumlah pedagang sayuran. Selain itu mulai banyak restoran, rumah makan, maupun warung yang menawarkan menu kuliner jamur tiram. Semua ini menunjukkan jamur tiram sudah diterima masyarakat sebagai salah satu alternatif sayur yang bergizi, bermanfaat bagi kesehatan dan tentunya LEZZZAT...
Namun banyak orang yang masih bingung untuk memulai dari mana untuk budidaya jamur tiram ini. Sedikitnya informasi yang diberikan menyebabkan masyarakat masih menganggap diperlukan modal yang besar dan banyak persiapan seperti ketersediaan lahan, kumbung, bahan-bahan seperti serbuk gergaji, bekatul, kalsium, lalu peralatan seperti autoclaff, steamer, dan sebagainya. Dengan persyaratan sebanyak ini saya berani memastikan 9 dari 10 orang yang berniat untuk memulai usaha ini akan berfikir lagi. Hal ini ditambah lagi dengan ketidaktahuan akan tingkat keuntungan yang nantinya kemungkinan akan didapatkan..
Berikut sedikit informasi mengenai bagaimana memulai usaha ini dengan mudah.
1. Tentukan dulu kapasitas pasar yang akan dipenuhi. Adakan semacam perjanjian kecil dengan pedagang pasar, rumah makan, atau pihak-pihak yang akan menerima hasil panen kita. Misalkan kita akan memasok 4 tempat dengan kebutuhan masing-masing 5 – 10kg per hari. Maka kapasitas panen yang harus disediakan adalah minimal 20 kg. Ini perlu dijadwal dengan baik karena kita harus memenuhi permintaan secara kontinu setiap hari. (ingat, panen jamur tiram adalah setiap hari).

2. Setelah mendapatkan kapasitas pasar, baru kita tentukan jumlah baglog yang akan kita budidayakan. Berikut ini adalah jumlah baglog yang harus kita siapkan mengacu pada kebutuhan harian jamur :
• 5-10 kg/hari = 1000 baglog – 3000 baglog
• 10-20 kg/hari = 3000 baglog – 5000 baglog
• 20-50 kg/hari = 6000 baglog – 10000 baglog
3. Menyiapkan lahan untuk kumbung. Lahan yang diperlukan untuk kumbung dengan jumlah baglog tersebut adalah :

Untuk menampung hingga 3000 baglog diperlukan kumbung dengan ukuran kurang lebih 5 x 6 m2.
Untuk menampung hingga 5000 baglog diperlukan kumbung dengan ukuran kurang lebih 5 x 8 m2.
Untuk menampung hingga 10000 baglog diperlukan kumbung dengan ukuran kurang lebih 5 x 16 m2.
4. Menentukan biaya pembuatan kumbung. Biaya pembuatan kumbung sangatlah variatif. Tidak ada ketentuan pasti mengenai biayanya karena Anda bisa membuat kumbung dengan berbagai alternatif bahan yang termurah. Pengalaman kami biaya pembuatan adalah 75 ribu – 100 ribu /m2. Tetapi yang penting syaratnya adalah, log bisa terlindungi dari hujan, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
5. Menyiapkan baglog. Untuk kapasitas kecil dan menengah hingga 10.000 baglog, kita tidak perlu membuat sendiri baglog. Akan lebih menguntungkan apabila kita hanya membeli baglog di pebudidaya jamur. Harga baglog sekarang ini berkisaran antara Rp.1800 – Rp.2000 /baglog. Artinya modal yang dikeluarkan untuk pembelian 1000 baglog adalah maksimal 2 juta rupiah. Pastikan dalam pembelian baglog terdapat fasilitas penggantian apabila miselium baglog tidak tumbuh. Ini penting untuk mengecilkan tingkat resiko.
6. Memperkirakan hasilnya. Semua usaha ujung-ujungnya duit (UUD). Dalam membeli baglog Anda harus memperhatikan berat baglognya untuk memperkirakan hasilnya. Misalkan berat baglog adalah 1,3 kg, itu artinya kisaran panen mencapai 400 gr – 490 gr per baglog. Jadi jika 1000 balgog, hasil panen total mencapai 400 kg dalam 4 bulan. Dengan harga jamur Rp.7000 /kg. Hasil total jamur adalah 2,8 juta.

Analisa keuntungan. Dengan modal 2juta, keuntungan minimal yang bisa dicapai adalah 800ribu. Artinya 800.000/2.000.000 = 20%. Atau 4%/bulan. Jika perawatan yang dilakukan dengan optimal. Hasilnya bisa lebih banyak lagi hingga 430kg /1000lognya atau bisa menghasilkan keuntungan 1.010.000 dengan modal sekitar 2juta ≈ 50%.
Baglog yang kami sediakan berukuran 1.5 kg (rata-rata) dengan harga Rp.1600/baglog untuk daerah Purwakarta-Jawa Barat akan diantar sampai tempat. Artinya keuntungan yang didapat dari budidaya jamur tiram akan lebih besar dibanding perhitungan diatas. Hal ini karena kami ingin sesama pembudidaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak kecewa kemudian tidak meneruskan usahanya.

Memang untuk skala besar (diatas 10000 baglog/bulan), membuat sendiri baglog akan lebih menguntungkan, (biaya produksinya sekitar Rp.1000 – Rp.1250 /balgog. tetapi dengan tingkat resiko yang tinggi dan penyiapan modal yang besar, lebih baik memulai usaha dengan membeli baglog dahulu hingga kita benar-benar paham karakteristik perawatan baglog.

Bread Pudding Jamur Tiram

Ini adalah salah satu menu kreasi terbaru dari Jamur Tiram yang menurut saya cukup menarik dan unik, dimana sebuah puding gurih dengan roti yang ditambah dengan Jamur Tiram sebagai bahan utamanya. Sebuah menu alternative yang sehat dan lezat…

Resep untuk 6 porsi :

Waktu persiapan : 30 menit
Waktu memasak : 50 menit
Total Waktu : 80 menit

Bahan:

2 roti tawar putih potong dadu 1 cm
1 cangkir air mendidih
4 sendok makan mentega
1 bawang merah cincang halus
3 ons jamur tiram di potong-potong (disuwir-suwir/cincang)
2 siung bawang putih cincang
1 3/4 cangkir krim kental
5 butir telur
Garam dan merica secukupnya
1/2 cangkir keju parut

Persiapan:
Panaskan oven sampai 150 derajat Celcius. Taruh jamur dalam mangkok dan tuangkan diatasnya air panas, rendam selama 30 menit. Sambil menunggu, roti tawar putih yang sudah dipotong dadu dioven sampai warnanya kekuning-kuningan, sekitar 10 menit. Kemudian masukkan dalam mangkok besar.
Angkat jamur dengan hati-hati dari air dan sisihkan setelah 30 menit direndam. Jangan dibuang air rendaman jamur karena nanti akan dipakai lagi. Siapkan wajan untuk membuat bumbu, lelehkan 1 sendok makan mentega diatas api sedang dan tambahkan bawang. Masak dan aduk sesekali, sampai lunak, sekitar 4 menit. Bumbui dengan garam dan merica hitam dan ke mangkuk yang sudah ada potongan rotinya tadi.
Tambahkan 2 sendok makan mentega ke wajan yang sama dan masukkan jamur segar cincang dan bawang putih. Masak sampai warnanya kekuningan dan cairannya sudah menguap bisa ditambah lagi dengan garam dan merica untuk menambah rasa. Masukkan campuran jamur ke dalam mangkok yang sudah diisi roti dan bawang.

Siapkan panci dan masukkan air rendaman jamur dan masak sampai air rendaman tingal ¼ cangkir. Setelah itu, masukkan ke dalam campuran yang telah kita buat diatas, aduk sampai rata.

Dengan mangkuk sedang, campur dan aduk krim, telur, garam dan merica untuk menambah rasa. Tuangkan campuran ini diatas campuran roti dan diaduk sampai merata. Kemudian pindah ke Loyang yang sudah diberi olesan mentega didasarnya. Setelah dipanggang selama 25 menit, taburi dengan keju parut kemudian panggang lagi sampai warnanya kuning kemasan kira-kira selama 25 menit lagi. Sajikan panas lebih nikmat…..
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger