Headlines News :

Latest Post

Panduan dan Tips Pembelian Baglog Jamur Tiram Putih

Umumnya, masyarakat memulai bisnis jamur tiram dengan membeli baglog dan merawatnya. Ini karena praktis dan lebih cepat menuai hasilnya daripada harus melakukan sendiri budidaya jamur tiram. Tingkat resiko bisnis dapat dikecilkan dengan membeli baglog.

Untuk membeli baglog, terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kerugian bagi pebisnis jamur tiram. Berikut ini akan kami uraikan sedikit mengenai panduan membeli baglog jamur tiram :

Tips Memilih Bibit Jamur Tiram

Sebaiknya petani berlaku hati-hati dalam membeli bibit jamur tiram karena bisa saja ada oknum tertentu yang mengaku menjual bibit F2 tapi ternyata F3 atau yang lebih rendah lagi.
Berikut ini tips memilih penjual bibit berkualitas:
1. Membeli bibit jamur pada instansi-instansi atau tempat pembibitan
2. Penjual memiliki laboratorium kultur jaringan sendiri untuk membuat F0
3. Memiliki track record yang baik sebagai penjual bibit yang jujur
4. Tanyakan kepada anggota atau ketua kelompok tani jamur
5. Membeli pada koperasi jamur (bila ada)
6. Menjadi plasma petani besar agar mudah memperoleh bibit.

Untuk lebih detail lagi adalah sebagai berikut :

- Perhatikan ukuran dan berat baglog

Umumnya, baglog yang ada menggunakan plastik ukuran diameter 12cm panjang 30 cm. Berat rata-rata baglog dengan ukuran ini berkisar 1,3kg – 1,6kg. Ada pula yang menggunakan baglog ukuran besar dengan berat mencapai 2kg lebih. Berat baglog ini menentukan perkiraan hasil panen jamur tiram putih nantinya.

- Perhatikan tingkat kepadatan serbuk gergaji kayu dalam baglog

Kepadatan serbuk gergaji baglog sangat menentukan hasil panennya. Semakin padat baglog tersebut, semakin banyak hasil panen jamur tiram yang didapat. Secara otomatis pula, semakin padat, maka berat baglog akan semakin berat.. Sebaiknya sebelum membeli, anda perhatikan proses pemadatan baglog yang ada, apakah menggunakan alat pemadat (yang hasilnya pasti lebih padat), atau masih dengan cara manual dengan ditusuk-tusuk saja.

- Tanyakan jenis kayu dari serbuk gergaji bahan utama baglog tersebut.

Jamur tiram yang akan dibudidayakan adalah jenis jamur kayu saprofit yang mengambil nutrisi makanan dari zat/tumbuhan yang sudah mati (dalam hal ini serbuk gergaji). Jadi sebenarnya nutrisi utama untuk penumbuhan jamur tiram itu diambil dari serbuk gergaji yang ada.. Disini, pemilihan jenis kayu menjadi sangat menentukan banyaknya hasil panen jamur tiram nantinya. Umumnya jenis kayu yang digunakan adalah kayu sengon, kayu kembang, kayu kampung, kayu mahoni. Semakin keras secara fisik jenis kayu yang dipilih, akan menjadikan kayu tersebut semakin lama lapuk, sehingga dapat lebih lama menghasilkan jamur tiram dan tentunya lebih banyak panennya. Jenis kayu yang agak keras contohnya seperti kayu kampung dan kayu mahoni, biasanya dengan ukuran plastik baglog yang sama, beratnya bisa mencapai 1,6kg bahkan 1,7kg. Untuk kayu jenis sengon, umumnya berat rata-rata baglog hanya 1,3kg-1,4kg. Memang.., para pebudidaya jamur tiram tidak selalu mendapatkan jenis serbuk gergaji kayu keras, karena mereka sangat tergantung dengan pasokan serbuk gergaji dari tempat-tempat penggergajian kayu di daerahnya.

- Pembibitan jamur tiram

Untuk produsen baglog yang telah berpengalaman, umumnya sudah menguasai tatacara pembuatan bibit F1, F2 dari jamur tiram. Sebaiknya kita memilih produsen baglog yang demikian, karena jika kita membeli baglog dari produsen/pebudidaya yang bibit F2 nya masih beli di produsen lainnya, tentunya hal ini menunjukkan tingkat pengalaman dan pengetahuannya masih kurang. Disamping itu resiko kegagalan pertumbuhan miselium masih cukup tinggi untuk produsen yang bibitnya beli, hal ini dikarenakan mereka pun belum tahu kualitas bibit F2 yang dibelinya. Pada pengalaman kami, jenis jamur tiram dari pembelian bibit bisa berbeda-beda dengan karakteristik stren yang berbeda pula. Jika diperlukan, lihat pula contoh hasil panen jamur tiram yang ada dengan bibit yang digunakan oleh produsen tersebut, dengan demikian kita dapat dengan yakin akan hasilnya. Hal lainnya adalah, untuk produsen yang mampu membuat bibit sendiri, biasanya menggunakan bibit sebanyaknya pada baglog produksinya, ini memang akan lebih cepat menumbuhkan miselium, berbeda dengan produsen baglog yang masih membeli, tentunya mereka akan berusaha mengirit dengan memberikan sesuai takaran pada proses inokulasi (pemberian bibit pada baglog).

- Sterilisasi

Perhatikan dengan baik proses sterilisasi pada baglog. Produsen yang telah melakukan proses sterilisasi menggunakan steamer dengan kapasitas besar (1000 baglog misalnya), yang menggunakan steamer beton atau baja, umumnya memiliki resiko kegagalan pertumbuhan miselium lebih kecil daripada produsen yang masih menggunakan drum sebagai alat steamernya. Dalam pengamatan kami, baglog yang gagal menumbuhkan miselium dari steamer beton, tidak sampai 1%, karena per 1000 baglog, hanya mati sekitar 10 buah saja.

- Pemilihan kondisi miselium dan garansinya

Produsen baglog umumnya menawarkan harga tergantung dengan kondisi miseliumnya. Untuk miselium kondisi penuh (hampir 90%) dihargai lebih tinggi daripada miselium kondisi kosong (masih baru proses inokulasi). Pembelian baglog dengan kondisi miselium kosong memiliki keuntungan yaitu kondisi inkubasi benar-benar matang di kumbung, hal ini baik untuk penumbuhan buah jamurnya, karena bisa benar-benar sesuai dengan jadual, kerugiannya adalah, resiko kegagalan tumbuh miselium tinggi, karena banyak faktor, yaitu kebersihan kumbung, kebersihan saat transportasi, suhu, kontaminasi jamur liar, dsb dst dll dan banyak faktor yang kami juga masih belum paham benar.

Untuk pembelian baglog kondisi miselium penuh, keuntungannya adalah, resiko matinya baglog sangat kecil, karena memang miselium sudah tumbuh. Akan tetapi biasanya, terdapat faktor miselium patah di tengah atau di pinggir pada saat pemindahan dan transportasi dari ruang inkubasi produsen ke kumbung milik Anda.. Hal inilah yang menyebabkan dapat terjadi keterlambatan jadual panen antara 2 – 3 minggu dari jadual, karena baglog membutuhkan waktu untuk menambung miselium yang patah. Istilah kami adalah baglog stress saat dipindah/transportasi.

Menurut pertimbangan kami, yang terbaik adalah membeli baglog dengan kondisi miselium sekitar 10-20%. Hal ini dikarenakan, InsyaALLAH baglog tidak mati (sudah ada miseliumnya dan tumbuh), dan resiko patah miselium juga kacil, karena memang setelah itu proses inkubasi dari 10%-100% akan dijalankan di kumbung milik Anda, bukan di ruang inkubasi produsen..

Satu lagi, ada baiknya diadakan semacam perjanjian dengan pihak produsen baglog untuk mengganti apabila terdapat baglog yang gagal menumbuhkan miselium. Sungguhpun begitu ini berarti kerugian bagi kedua belah pihak, karena waktu, tenaga, dan biaya yang tersita.

- Harga baglog yang wajar

Inilah bagian yang paling penting bahkan penting banget. Karena yang namanya bisnis, tentu ujung ujungnya pasti duit.. Katakanlah Anda memiliki permintaan pasar jamur tiram dengan harga stabil Rp.6000/kg di tingkatan petani, memang akan lebih baik jika langsung ke user yang harga bisa mencapai Rp.9000/kg, tetapi saya menyebutkan nilai rendah dulu supaya jangan bereskpektasi terlalu tinggi dengan keuntungan, berarti untuk mencapai Break Even Poin (BEP), rumus harga baglog dan biaya operasional dan perawatan plus keuntungan adalah (Harga baglog + perawatan + keuntungan) = 0.4 kg x Rp. 6000. Atau (Harga baglog + perawatan + keuntungan) = Rp.2400.

0.4 kg adalah perkiraan hasil panen jamur tiram total klik disini untuk lebih jelasnya.
Dengan rumus tersebut, artinya harga kewajaran baglog adalah antara Rp. 1500 – Rp. 2000 /baglognya. Itu artinya jika termahal dihargai Rp. 2000/baglog, Anda masih memiliki keuntungan kotor Rp.400/baglog. Jika Anda berinvestasi sebanyak 1000 baglog, itu artinya keuntungan Anda sekitar Rp.400.000 selama masa produksi jamur tiram yang kurang lebih 4 bulan. Keuntungan ini akan semakin tinggi, jika Anda dapat menjual lebih mahal tentunya...
Nah.., dengan demikian, jika produsen baglog ada yang menawarkan harga hingga Rp. 3000,- bahkan lebih.., hampir bisa dipastikan, Anda sudah mengalami kerugian sebelum Anda memulai bisnis ini... Karena hasil perhitungan BEP dari jamur tiram tadi adalah Rp.2400,- (Rugi Rp.600/baglog). Jadi tolong diperhatikan dengan benar mengenai hal ini, jika Anda memperoleh produsen dengan harga demikian, lebih baik Anda mencari produsen lainnya saja...


- Penelitian itu perlu..

Saran kami, sebaiknya Anda melakukan survey dulu di beberapa produsen baglog, beli saja masing-masing 5 baglog, amati pertumbuhan miseliumnya, lama pertumbuhannya, dan juga timbang dengan benar hasil panennya. Mungkin semua proses ini akan memakan waktu hampir 6 bulan.., tetapi proses survey dan penelitian ini sangat perlu dilakukan agar Anda tidak mengalami kerugian dan kapok berbisnis jamur tiram pada akhirnya.

Sumber : jamursekolahdolan.blogspot.com & bisnis jamur.wordpress.com

Berapa Total Hasil Panen Jamur Tiram???

Ya, sebenarnya berapa total hasil panen jamur tiram? Pertanyaan seperti itu seringkali ditanyakan kepada team kami baik oleh investor ataupun peminat yang akan terjun dalam usaha budidaya jamur tiram. Begitu juga kami, hal pertama yang jadi pertanyaan adalah berapa total hasil panen jamur tiram? Kenapa kami pertama kali menanyakan atau memikirkannya?

Karena dengan diketahuinya prediksi total hasil panen jamur tiram maka dapat dihitung pula potensi keuntungan yang akan didapat. Untuk itu, sebelum memulai budidaya, kami cari dengan browsing di internet, bertanya kepada pembudidaya yang sudah ada dan bisa juga dengan mengikuti pelatihan-pelatihan budidaya jamur tiram (ini tidak kami lakukan...hehehehe). Dari hasil tersebut, ketemu pendapat yang berbeda-beda bahkan ada yang menyebutkan kalau hasil total panen jamur tiram adalah seberat media tanamnya (baglog). Artinya bila berat baglog 1 kg maka akan menghasilkan jamur1 kg pula...wuihhh...muantab bro...!!! Tapi ini adalah suatu kebohongan besar karena tidak mungkin panen jamur bisa seberat media tanamnya. Dengan harga baglog maksimal Rp 2.000,- (1.5 kg) dan harga jual jamur ditingkat petani yang Rp 6.000,- kalau dihitung-hitung maka hasilnya sebsar 300% dalam 4 bulan...!!!! Suatu hasil yang luar biasa dan menakjubkan karena pada umumnya hasil untuk agrobisnis sebesar 30% adalah angka yang wajar.

Akhirnya kami menemukan referensi yang cukup bisa dipercaya dari FAO yang sudah berpengalaman dan telah melakukan penelitihan dalam budidaya jamur tiram Dan hasil yang mereka peroleh berkisar 30 - 45 % tergantung dari perawatan dan lokasi budidayanya. Disamping itu juga, kebetulan ada saudara dari teman sekerja yang telah melakukan budidaya jamur tiram di daerah Sukabumi - Jawa barat juga mengatakan hasilnya berkisar 35 - 45 %. Hmmmm...tidak begitu jauh dari penelitihan yang dilakukan oleh FAO. berangkat dari hasil tersebut maka kami beranikan untuk memulai usaha budidaya jamur tiram di daerah Purwakarta - Jawa Barat yang telah kami mulai dari tanggal 15 Januari 2010.

Singkat cerita, sampai saat ini 13 Mei 2010 dimana selama proses budidaya kami lakukan pencatatan hasil panen ternyata sudah mencapai angka 30%. Dan masih ada waktu 18 hari lagi untuk panen dan kemudian baglog tersebut diganti dengan yang baru. Artinya hasil yang kami peroleh ternyata tidak begitu jauh dari hasil FAO dan petani di daerah Sukabumi meskipun suhu udara di Purwakarta relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan suhu udara di Sukabumi. Bahkan ketika kami ceritakan kepada para petani di Sukabumi, mereka surprise bahwa jamur tiram bisa memperoleh hasil yang bagus di Purwakarta. Perlu diketahui, suhu udara di Purwakarta rata-rata 28 derajat C dan bisa mencapai 32 derajat C pada puncak panasnya. Jadi budidaya jamur tiram bisa juga dilakukan didataran rendah dengan suhu yang cukup tinggi asal perawatan dan pemeliharaannya diperhatikan.

Dengan hasil yang kami peroleh, dapat disimpulkan bahwa hasil panen jamur tiram adalah sebesar 30 - 45 % seperti penelitihan yang dilakukan oleh FAO. Saat ini kami memang belum bisa mecapa angka 45 % tapi suatu saat dengan ketekunan dan semangat untuk terus belajar akan tecapai angka tersebut bahkan mungkin bisa lebih...hehehehe. Mungkin ada rekan-rekan yang sudah bisa memperoleh hasil lebih dari yang kami lakukan bisa sumbang saran kepada kami.

Dengan adanya hasil tersebut, kami merencanakan untuk menambah produksi menjadi 15.000 baglog dari sebelumnya 5.000 baglog. Dan yang lebih membuat kami bersemangat lagi, semua persiapan dari mulai pembuatan bibit F0 sampai menjadi baglog yang siap panen kami buat sendiri. Hal ini untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasilnya...Insya Allah...mohon do'anya saja...

Pepes Jamur Tiram

Mushrooms: More Than 70 Inspiring Recipes (Conran Kitchen)Pepes Jamur Tiram


Anda penggemar menu pepesan, saatnya memcoba pepes jamur tiram. Rasanya gurih dan nikmat.

Bahan-bahan:

- 100 gram jamur tiram
- Daun pisang secukupnya
- 1 buah jeruk limau, diperas, diambil airnya

Bumbu-bumbu:

- 5 gram bawang putih
- 5 gram bawang merah
- 10 gram kunyit
- 5 gram jahe
- 5 gram cabai rawit
- 5 gram Cabai merah
- 5 gram kemiri
- 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:

- Cuci jamur hingga bersih, lalu potong tipis memanjang, sisihkan.
- Haluskan semua bumbu menggunakan blender.
- Campurkan jamur dan bumbu, lalu tambahkan air jeruk limau, aduk rata, lalu bungkus dgn daun pisang.
- Kukus pepes jamur selama 30 menit, angkat, sajikan. [L1]

Abon Jamur Tiram

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah :

1. Jamur Tiram (5 kg) ,
2. Kelapa tua berukuran sedang (7 butir ),
3. Gula merah (2 ons ),
4. Bawang merah (2 ons ),
5. Bawang putih (1 ons),
6. Cabe merah (½ ons ),
7. Ketumbar (40 gram), dan
8. Minyak goreng secukupnya.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan abon cukup sederhana, yakni:

1. Kompor,
2. Panci email,
3. Wajan penggoreng,
4. Alat pengepres,
5. Timbangan,
6. Cobek atau blender,
7. Parutan,
8. Talenan,
9. Nyiru,
10. Baskom,
11. Pisau,
12. Pengaduk, dan
13. Alat penutup kantung plastik.

Proses Pembuatan

Tahapan dalam pembuatan abon ikan adalah sebagai berikut:

1. Jamur tiram direbus selama 10 menit.
2. Dinginkan dan potongtipis-tipis mengikuti alut lamela atau suwiri dengan tangan.
3. Bumbu dihaluskan dan ditumis hingga wangi, kemudian masukkan jamur tiram yang telah disuwiri, dan tambahkan santan kental
4. Goreng campuran bahan tersebut hingga berwarna coklat tua
5. Tiriskan, dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya lalu didinginkan
6. Abon siap dikemas

Sumber : Nur Hidayat, Laboratorium Bioindustri dan Pengolahan Limbah, Teknik Industri, Universitas Brawijaya

Kerupuk Jamur Tiram

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah:
1. Jamur Tiram (1/2 kg),
2. Tepung tapioka (1/2 kg),
3. Telur bebek (2 butir),
4. Gula secukupnya,
5. Garam secukupnya,
6. Minyak goreng secukupnya,
7. Air (100 cc),
8. Tali/benang, dan plastik.

Peralatan yang digunakan adalah:

1. Kompor,
2. Dandang,
3. Baskom plastik,
4. Talenan,
5. Pisau,
6. Cobek/penumbuk dan sealer.

Proses Pembuatan

Tahapan dalam pembuatan kerupuk Jamur adalah sebagai berikut:

1. Jamur dicuci hingga bersih
2. Kukus atau rebus hingga matang
3. Haluskan dengan gilingan daging atau ditumbuk
4. Campur tepung tapioka dengan air sedikit demi sedikit, kemudian masukkan jamur yang telah dihaluskan, telur bebek, gula dan garam, aduk dan uleni hingga kalis
5. Masukkan adonan ke dalam plastik atau daun dengan diameter ± 5 cm, dan ikat dengan tali/benang.
6. Kukus adonan hingga matang, angkat dan dinginkan
7. Iris tipis dan jemur hingga kering dengan menggunakan sinar matahari/mesin pengering.
8. Kerupuk jamur kering siap dikemas dan dijual mentah. Atau digoreng dan dikemas kemudian dijual dalam bentuk matang.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger