Headlines News :

Latest Post

MENENTUKAN PILIHAN



Robert T Kyoshaki dalam bukunya The Cashflow Quadrant membagi model usaha dalam dua kuadran, kiri dan kanan. Masing masing kuadrant dibagi menjadi dua bagian, atas-bawah.

E : Employee / Pekerja S : Self Employee / Professional B : Bisnis Owner I : Investor.

Setiap individu akan berada pada salah satu kuadrant diatas, dan bila ia berada di salah satu kuadrant, maka ia akan berada diatas atau dibawah.

Seorang E-employee / pegawai pada umumnya mempunyai tingkat kemampanan ekonomi yang cukup baik pada saat ia masih berstatus pegawai, gajinya tetap, relatif aman pada masanya dan waktu kerja sesuai dengan yang ditetapkan oleh atasan / perusahaannya. Persoalan biasanya timbul ketika terjadi kenaikan biaya hidup dimana kenaikan pendapatannya tidak bisa ditentukan oleh dia sendiri, tetapi tergantung kepada institusi tempat dia bekerja. Dan biasanya kenaikan tahunan tidak signifikan dengan kenaikan kebutuhan hidup. Persoalan lebih rumit biasanya timbul pada saat pensiun, dimana sudah tidak ada lagi penghasilan tetap kecuali tunjangan pesangon dan tunjangan pensiun. Secara ekonomis, maka kuadran ini ternyata tidak cukup aman sebagai jaminan penunjang ekonomi jangka panjang.

Masih di kuadran kiri bagian bawah, S-self employee ,bagian ini biasanya memberikan penghasilan yang lebih besar dari bagian kiri atas, pada posisi ini biasanya ditempati oleh para professional, seperti dokter, pengacara, konsultan, akuntan, pemilik toko kecil dan banyak lagi. Profesi di kuadran ini sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi dalam melakukan pekerjaannya dan bila terjadi kesalahan dalam profesinya, maka akibatnya adalah kebangkrutan, atau bila kemampuan fisik sudah tidak menunjang maka akan berpengaruh pula terhadap penghasilannya. Kuadran ini bila gagal akan bangkrut, dan bila sukses akan sangat melelahkan.


..selengkapnya di http://www.blogkudhewe.blogspot.com/

Bakti Sosial Donor Darah ke-13

Bakti Sosial Donor Darah ke-13,

Hari/Tanggal : Kamis - Jum'at, 24-25 Maret 2011
Jam : 10:00 - 14:30 WIB
Lokasi : Lobby Sekretariat PPMI'98 PK PT. South Pasific Viscose
(Depan Klinik PT. South Pasific Viscose I)

Info selengkapnya, silahkan klik link berikut: http://www.facebook.com/event.php?eid=132655863469294

hasil halal dari bisnis halal

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan" (At Taubah : 105 )

Sistem globalisasi yang diluncurkan oleh negara-negara kapitalis saat ini seperti menjadi wajib hukumnya diikuti oleh setiap negara di seluruh dunia. Ketika salah satu negara mencoba untuk menghindari sistem ini, maka ia akan terisolir dari alur perdagangan dunia. Suka tidak suka negara-negara berkembang harus tergopoh-gopoh mengikuti sistim perdagangan kapitalis ini. Ilustrasi dengan sangat mudah tampak di Indonesia, ketika krisis ekonomi menerpa, maka kepentingan rakyat menjadi urutan kesekian, negara ini lebih mengutamakan kepentingan penghambaan kepada negara adi daya, raja kapitalis dunia . Akibatnya meskipun angka inflasi ditekan dibawah dua digit, tetapi kesempatan rakyat untuk mendapatkan kondisi hidup layak sangat susah, harga BBM diserahkan kepada mekanisme pasar, kebutuhan pokok tidak dapat lagi dikuasai negara untuk kepentingan rakyat dengan alasan menghindari monopoli..dampak nyata semua harga barang naik..termasuk harga pendidikan menjadi barang mewah bagi rakyat.

Islam memahami ekonomi bukan sebagai pencapaian keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan aspek kepedulian sosial, tetapi aktifitas ekonomi haruslah didasari atas landasan moralitas sesuai dengan ketentuan Alloh SWT. Hasil dari aktifitas ekonomi (keuntungan) bukanlah menjadi hak absolut pelaku bisnis, ada hak orang lain dalam setiap keuntungan yang diraih. Konsep ini sangat indah bila diterapkan dalam setiap gerakan ekonomi para pebisnis dikalangan ummat Islam.

Ada contoh nyata bagaimana seharusnya individu muslim berbisnis. Ketika Abu Tholib, paman Muhammad memperkenalkan keponakannya kepada pengusaha kaya pada saat itu, Siti Khodijah binti Khuwailid, Muhammad kemudian bermitra dan berperan sebagai sang professional untuk mitranya sang pemilik modal dengan kiat bisnis yang pada saat itu dianggap mustahil dilakukan oleh siapapun. Tapi tidak bagi seorang Muhammad yang ketika itu masih “kandindat” nabi. Kiat yang dilakukan sangat sederhana : Landasi bisnis dengan Moralitas ! maka terbuktilah beliau bersama sang mitra menjadi pengusaha dan professional sukses, tercatat sepanjang kiprah bisnisnya Muhammad melakukan delapan kali perjalanan bisnis dengan bendera Siti Khadijah Corporation keluar negeri yaitu: empat kali ke Yaman, dua kali ke Habasyah dan dua kali ke Jorasy.
Untuk itulah bisa dikatakan bahwa Nabi Muhammad, selain sebagai seorang Nabi, juga sebagai ekonom, bukan sekedar dalam konsep tetapi juga sekaligus sebagai praktisi ekonomi, atau lebih popular disebut sebagai pebisnis.

Bagi setiap individu muslim, kiat bisnis Muhammad tersebut tentu masih sangat valid bila dilakukan pada saat ini. Andaikata semua pengusaha muslim berkiat sesuai dengan landasan moralitas, maka Insya Alloh keterpurukan ekonomi ummat Islam dapat dieliminir seoptimal mungkin.

Kondisi ummat Islam (Indonesia) tak jauh dari pengaruh efek globalisasi , sebagai umat mayoritas di negara dengan penduduk lebih dari 225 juta jiwa, maka tak pelak ummat Islam menjadi ikon akan ketidak berdayaan ekonomi Indonesia ! Ini sebuah realita. Padahal kalau dari sudut bargaining.....wadhuh..!! bukan angka kecil untuk pasang harga bargaining yang tinggi di pasar dunia...

Tanpa mereduksi makna sebuah dakwah, maka aktifitas para ekonom ataupun pebisnis muslim mestinya harus juga menjadi aktifitas dakwah. Ini Insya Alloh akan berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh, yaitu hasil halal dari bisnis halal. (wowok mas)

Apakah Anda Ingin Menjual Hobi?

Hobi Anda apa? Jika pertanyaan itu diajukan, setiap orang hampir pasti mempunyai jawaban yang paling benar menurut dirinya masing-masing. Tahukah Anda, hobi dapat menjadi awal kesuksesan finansial. Seorang yang hobinya utak-atik mesin dan rekayasa mesin, kini berhasil membangun jaringan bengkel power steering yang sangat besar. Ada yang juga hobinya menulis, kini menjadi penulis terkenal karena karyanya laku keras.

Banyak sekali contoh kesuksesan pengusaha yang berawal dari hobi. Karena sangat mencintai pekerjaan yang jadi hobi ini, kemungkinan sukses menjadi lebih besar. Dan yang pasti, ada hal yang tidak bisa diukur dengan uang, yaitu kepuasan batin. Sepertinya menyenangkan juga menekuni hobi yang dapat dijadikan usaha.

Namun hobi yang bagaimana yang layak dijadikan usaha? Sebenarnya hampir semua hobi bisa dijadikan sumber usaha, namun tentu tidak semuanya. Karena Anda perlu hati-hati, ada hobi yang justru menghabiskan uang. Hobi yang bisa dijadikan usaha mempunyai beberapa ciri khas. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Marketable (bisa dijual)

Coba lakukan riset kecil, apakah hobi Anda ini disukai oleh banyak orang lain juga? Apakah komunitas hobi Anda banyak atau sedikit? Jika hobi Anda terlalu unik sehingga tidak banyak yang membutuhkannya, kemungkinan besar hobi Anda itu tidak potensial menjadi sebuah usaha. Namun, jika Anda memang seorang marketer hebat, bisa saja hobi yang terlalu unik di awal-awal, justru jadi booming begitu diluncurkan. Bahkan menjadi trendsetter. Lihat saja Oke Rosgana, kegemarannya akan yo-yo mampu membuat dirinya sukses sebagai pemain dan pelukis yo-yo. Padahal sebelumnya tidak banyak orang yang berminat pada hobi yang kelewat spesifik ini. Tapi dengan berbagai cara dan keseriusannya, yo-yo mampu membuatnya sukses dan mendapat penghargaan nasional maupun internasional. Tentunya, yo-yo itu pula yang menjadi sumber mata pencariannya.

2. Menarik untuk ditekuni dalam jangka panjang

Jika hobi Anda mampu membuat Anda terus-menerus bersemangat menekuninya bahkan hingga 10 tahun ke depan, maka itulah hobi yang pantas untuk diperhitungkan. Bahkan, jika Anda merasa mampu melakukan hal itu seumur hidup, maka selamat, hobi Anda sangat potensial untuk sukses sebagai bisnis.

3. Bukan tren sesaat

Apakah hobi Anda itu masih akan berlangsung dalam waktu yang lama? Apakah akan semakin banyak orang yang membutuhkannya di masa yang akan datang? Jika jawabannya ya, maka ini hobi hebat dan menjadi salah satu ciri yang bisa dijadikan usaha.

Itulah sebagian ciri hobi yang baik untuk usaha. Coba perhatikan dan analisis sendiri, apakah hobi Anda sudah memenuhi salah satu atau semua ciri tersebut? Jika ya, maka jangan ragu untuk menekuninya dan siap-siaplah jadi pengusaha sukses dan bahagia karena mengerjakan sesuatu yang Anda cintai.

Sumber artikel: suaramedia.com

Sandwich Jamur Teriyaki

Kebiasaan kalau tengah malam laper dan males keluar, iseng-iseng buka lemari es ada roti. Tapi kalau cuma roti doang sih...kayaknya kurang asyik, sudah biasa...Cringgggg...dikasih jamur pasti nikmatttt...coba dulu...eng...ing...eng...

Bahan:

3 lembar roti tawar
2 sdm margarin, untuk olesan roti
1 siung bawang putih, cincang halus
1 ons jamur tiram, iris dadu atau disuwir-suwir
1 butir telur, kocok lepasgaram dan merica bubuk secukupnya
1 sdt saus teriyaki
25 ml air
1/4 buah mentimun, iris tipis
1 buah tomat ukuran kecil, iris tipis
1 lembar keju cheddar
1 sdt saus sambal
1 sdt saus tomat
1 sdm margarin, untuk menumis

Cara membuat:

1. Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan jamur tiram, garam, dan merica bubuk. Aduk-aduk. Tambahkan telur, aduk-aduk.
2. Masukkan saus teriyaki dan air. Aduk rata, angkat, sisihkan.
3. Oles roti dengan margarin, panggang hingga kecoklatan. Angkat, sisihkan.

Penyajian: Ambil selembar roti, olesi saus sambal, letakkan irisan tomat, keju parut, tumpuk dengan selembar roti lainnya, beri tumisan jamur dan telur, kemudian tutup dengan roti yang telah dioles saus sambal dan irisan mentimun. Potong menjadi 2 bagian bentuk segitiga, hap..hap..hap...kenyangggg...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger